Topik : ZAT PEWARNA DAN PEMANIS PADA MAKANAN/MINUMAN
Tujuan : Menganalisa perbedaan zat pewarna dan pemanis makanan dengan tepat
Beberapa hasil pekerjaan terbaik siswa yang telah didiskusikan.
Topik : ZAT PEWARNA DAN PEMANIS PADA MAKANAN/MINUMAN
Tujuan : Menganalisa perbedaan zat pewarna dan pemanis makanan dengan tepat
Beberapa hasil pekerjaan terbaik siswa yang telah didiskusikan.
Cabe dikenal sebagai tanaman yang menghasilkan buah yang pedas. Sifat buah yang demikian membuat sebagian orang memanfaatkannya sebagai salah satu bagian dalam memasak makanannya. Kesukaan orang dengan cabe terbukti dengan makin bernilai ekonominya pangan ini di pasar-pasar masyarakat. Ada yang beranggapan bahwa tanpa cabe menu makan siang atau malam tidaklah lengkap. Begitulah penuturan Anggi saat ditanya ketika istirahat di kantin sekolah. Baginya, rasa pedas dari cabe membuatnya bersemangat atau menambah selera makannnya.
Berbeda dengan Anggi, sosok pendiam yang berada disebelahnya lebih memilih mengkonsumsi roti saat sarapan pagi itu. Alasannya, Wawan sangat susah memakan makanan pedas. Penyakit lambung yang dideritanya, membuat bahan makanan ini sangat sensitif dilambungnya. Berdasarkan pendapat tersebut, apakah kalian telah dapat mengungkapkan sebuah argumen tentang cabe? Apakah bahan makanan ini termasuk zat aditif?
Untuk menambah pengetahuan tentang tanaman cabe, ayo simak, video berikut.
Memasuki awal semester, bersamaan peringatan HUT RI Ke-79. Kegiatannya diarahkan untuk rancangan hiasan kelas. Temanya adalah kemerdekaan. Bagaimana kami melakukannya. Inilah kegiatan kami dalam menyongsong peringatan bersejarah ini.
Fasilitator dalam kegiatan proyek ini adalah Pak Suhardin. Beliau merupakan guru IPA pada kelas kami. Guruku mendampingi wali kelas sebagai guru penanggung jawab. Hari ini, hiasan ini telah terpasang pada ruang kelas. (Adelin)
Nama-nama yang membuat Ornamen Kelas Bertema Merdeka
1. Adeline Roni L
2. Laila Destira
3. Audelia
4. Amelia P
5. Anita Syahputri
6. Nur Azahra R
7. Hafidhah RBA
8. Selfia Nur Fadilah
9. Annisa Bunga
10. Sinta Maharani
11. Fauziyah Hasan
Nama-nama yang melakukan pemasangan
1. Fakhry Dermawan
2. Muh Khairul Azam
3. Muh. Charly Taulo
4. Surya Darmawan
5. Arjuki Rosidin
Jika ada yang terlupa dicatat agar segera menghadap ya.
Proyek pembuatan menu makan siang menjadi alternatif tehnik sumatif semester ini. Karya siswa memiliki jalan panjang dalam menggapainya. Step by step dilakukan untuk memberikan pemahaman bermakna. Hilirnya adalah implementasi rancangan menu yang disusun sebelumnya.
Pemahaman siswa kemudian
diukur dengan kegiatan formatif pada setiap tahap. Kalimat utamanya adalah “Kamu
adalah Yang Kamu Makan.” Terdapat pertanyaan pemantik untuk meniti keberhasilan
pembelajaran mereka. Mengapa kita perlu makan? Apa itu nutrisi? Apa yang kamu
ketahui tentang makanan sehat? Berapa kebutuhan nutrisi idelalmu? Pertanyaan
itu menjadi tantangan mereka di tahap awal eksplorasi.
Identifikasi selanjutnya,
dilakukan untuk memahami organ pencernaan dan peranannya. Tugas produknya
adalah poster system pencernaan manusia dengan bentuk beragam. Potensi dan aset
siswa dipertimbangkan untuk berkarya. Hal ini menjadi pendamping produk portofolio
rancangan menu makan siang dalam penilaian sumatif pertama. Karya ini dilengkapi
dengan tanggapan orang tua sebagai apresiasi peserta didik dalam mencapai
keberhasilannya.
Proges proses yang dilakukan siswa dipantau melalui teks prosedur, poster pembuatan atau video siswa dalam membuat menu makan siangnya. Pilihan yang terbaik menjadi hak peserta didik. Setelah dua seminggu, kegiatan makan siang pun digelar dalam kelas. Beberapa pertanyaan saat penilaian dilakukan sebagai refleksi kegiatannya. Umpan balik dalam wawancara singkat menjadi pendamping penilaian siang itu.
Mengakhiri pembelajaran dengan
mengungkapkan perasaan meraka dan sisipan penguatan dari guru. Pembelajaran di
sesi siang menjadi alasan pemilihan strategi yang digunakan. Saya bangga
terhadap anak saya, karena dia telah mampu memasak makanan kesuakaannya sendiri”
Itulah ungkapan dari orang tua Nurul Alawiyah pada kertas kerja anaknya. Berbeda
dengan Nurul, Orang Tua Waode Islah Aulia mengungkapkan harapannya bahwa semoga
anaknya akan lebih paham dengan cara dia praktek, bukan hanya mengerti melalui
teori.