Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran IPA Kelas VIII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran IPA Kelas VIII. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2025

Cerita Refleksi Pembelajaran IPA Terbaik - Zahro Nur Aisyah - Menyaring Air dari Botol Plastik Bekas

 


Pagi itu, pada pukul 07.00, udara masih terasa sejuk di lingkungan sekolah. Bel tanda dimulainya pelajaran pertama telah berbunyi, dan suasana di luar kelas VIII.I sedikit berbeda dari biasanya. Kami, enam siswa yang tergabung dalam satu kelompok, telah berkumpul di depan kelas, bersiap untuk melaksanakan praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelompok kami terdiri dari saya sendiri, Nurma, Wulan, Bintang, Dzaky, dan Nazwan. Kegiatan diawali dengan game. Mengisi TTS dari penutup botol. Keseruan sangat terasa ketika berkompetisi antar kelompok.

Guru IPA kami, Pak Suhardin, dengan senyumnya yang khas, sudah berada di tengah-tengah kami. Beliau adalah guru yang selalu mendorong kami untuk belajar melalui praktik langsung. Praktikum kami hari ini adalah tentang Penyaringan Air Sederhana. Persiapan untuk praktikum ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Sesuai instruksi Pak Suhardin, setiap anggota kelompok wajib membawa satu botol plastik bekas air mineral berukuran sedang (spesifiknya, botol Le Mineral) yang sama). 

Selain itu, kami juga bertugas mengumpulkan satu genggam pasir dan satu genggam kerikil. Kami telah mencuci material ini hingga benar-benar bersih dan mengeringkannya di bawah terik matahari, memastikan semuanya steril dan siap pakai. Di atas meja yang kami gunakan, semua bahan dan alat sudah tertata rapi.

Apa saja bahannya? Enam botol plastik Le Mineral (masing-masing botol memiliki tutup botol, satu ditutup tanpa lubang dan satu lagi dilubangi kecil). Ada pula kerikil, pasir yang sudah dicuci dan dikeringkan, kapas, air keruh (yang akan kami saring). Bagaimana dengan Alatnya? Kami menyiapkan gunting, mistar, dan buku catatan untuk hasil pengamatan.

Pak Suhardin membuka sesi dengan mengingatkan kami tujuan dari kegiatan ini yakni memahami prinsip dasar pemisahan zat melalui filtrasi dengan memanfaatkan material alami.

"Anak-anak, hari ini kita akan membuat alat penjernih air mini. Perhatikan langkah-langkahnya dengan teliti. Tujuan kita adalah melihat seberapa efektif susunan material ini dapat mengubah air keruh menjadi air yang lebih jernih," Jelas Pak Suhardin.

Kami mulai bekerja. Bintang dan Dzaky bertugas memotong bagian bawah botol plastik dengan hati-hati menggunakan gunting, sementara Wulan dan Nurma memastikan botol lainnya diposisikan terbalik. Tutup botol yang sudah dilubangi kecil dipasang pada botol yang akan dijadikan alat penyaring. Langkah berikutnya adalah menyusun lapisan material di dalam botol yang dibalik. Berdasarkan petunjuk, urutannya harus tepat.

 Saya bertugas memasukkan kapas sebagai lapisan paling bawah (menempel pada tutup botol yang berlubang). Kapas berfungsi sebagai media penahan pertama.  Setelah itu, Nurma memasukkan lapisan kerikil yang cukup tebal. Di atas kerikil, Wulan menyusul dengan lapisan pasir yang sudah bersih dan kering. Susunan ini diulang hingga hampir memenuhi badan botol, dengan Nazwan memastikan setiap lapisan dipadatkan dengan merata.

Alat penyaring sederhana kami pun siap. Kami menempatkan botol penyaring ini di atas botol lainnya yang berfungsi sebagai penampung air hasil saringan (filtrat). Dzaky bertugas menuangkan air keruh secara perlahan ke dalam alat penyaring buatan kami. Seketika, air keruh mulai meresap melalui lapisan pasir, kerikil, dan kapas. Kami semua menahan napas, mata kami tertuju pada tetesan air yang mulai keluar dari lubang tutup botol.

Air yang menetes ke botol penampung terlihat jauh lebih jernih dari air keruh yang kami tuangkan. Meski belum sepenuhnya bening seperti air minum, perubahan kejernihan airnya sangat signifikan. Nazwan dengan sigap mulai mencatat hasil pengamatan di buku. Kami mendiskusikan perbedaan warna, kekeruhan, dan kecepatan air menetes. Kami menggunakan mistar untuk memperkirakan ketebalan setiap lapisan material yang kami buat.

"Coba bandingkan dengan air yang kalian tuangkan, Nak." Kata Pak Suhardin sambil menunjuk ke kedua botol.  "Lapisan material ini memerangkap partikel-partikel padat penyebab keruhnya air. Ini adalah demonstrasi sederhana dari proses filtrasi."

Rasa antusias dan puas terpancar dari wajah kami. Praktikum di pagi hari itu bukan hanya sekadar tugas, tetapi pengalaman nyata yang mengajarkan kami tentang ilmu alam dan pentingnya kerja sama tim. Pukul 08.20, ketika praktikum selesai, kami membereskan alat dan bahan dengan rasa bangga akan hasil karya sederhana kami.

Rabu, 20 November 2024

LAMPU HIAS BUATANKU - CITRA AYU LESTARI

Merancangnya memang penuh tantangan. Membuat desainnya serta rancangan alat dan bahan yang dibutuhkan hal pertama yang dilakukan. Mungkin ini tidak sebagus yang dijual pada pasar atau supermarket. Namun ini barang berharga buatku. Akhirnya saya mampu membuatnya dengan caraku sendiri.

Citra Ayu Lestari

Saat kegelapan, lampu ini manampakkan cahayamya. Tidak pelu terang karena rencanya digunakan pada kamar tidur. Mengapa demikian? Hasil studi pustaka yang dilakukan, ternyata suasana remang atau reduk saat tidur sangat bermanfaat bagi tubuh. Cahaya yang redup ini akan meyebabkan tubuh dapat memproduksi  hormon melatonin. Zat yang dibuat tubuh saat tidur. Rupanya kekurangan hormon ini akan menyebabkan munculnya tanda-tanda kecemasan, respon terhadap stress yang buruk, menimbulkan insomnia dan bangun terlalu pagi. Hormon ini juga membantu dalam siklus menstrasi pada wanita dan hilangnya fingsi neuron. Nah, bagaimana? Apakah lampu tidur dikamarmu telah redup? 

Selasa, 12 November 2024

INQUIRI DALAM 4 LANGKAH STRATEGIS PROYEK SEDERHANA (PERUBAHAN ENERGI)

Menanamkan pemahaman yang lebih jauh dalam proses belajar anak dapat dilakukan melalui kegiatan tindak lanjut. Salah satunya dengan kegiatan proyek sederhana. Memanfaatkan aset sekitar siswa dapat dilakukan untuk mendekatkan pemahaman mereka dengan lingkungan belajar yang dihadapinya. Kerangka Inquiri dengan empat langkah strategis ini dapat dicoba dalam kegiatan belajar mandiri peserta didik.

1. Refleksi Diri

Mendorong peserta didik untuk mengenal diri melalui bakat dan minatnya menjadi penting untuk merancang kegiatan. Memanfaatkan lingkungannya sendiri akan mempermudah dalam menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Aset yang ada menjadi modal dalam berkarya. Salah satu contohnya memanfaatkan bahan limbah plastik atau bahan organik lain sekitar rumah untuk memulai proyeknya. Pilihan tema yang sederhana sesuai kondisi yang ada diutamakan untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah sesuai kondisi yang dimilikinya.

https://vt.tiktok.com/ZSjDTHcfK/

2. Perencanaan atau Perancangan

Bukan hanya waktu yang tepat serta uraian kerja yang dibutuhkan saja. Ide dan gagasan yang ideal menjadi penting dan bermakna. Menguraikannya bisa dalam peta konsep, cerita, gambar, uraian terstruktur atau prototipe sederhana. Masukan berupa saran atau tambahan informasi dari rekan-rekannya akan memperkaya rancangan produk yang akan dibuat.

3. Aksi Nyata atau Implementasi

Setelah semua siap, kegiatan aksi nyata bisa dimulai. Bantuan bimbingan orang terdekat dan ahli dibutuhkan dalam kegiatan ini. Sebagai motivator, seorang guru bisa membuka ruang konsultasi untuk menjebatani masalah yang dihadapi saat berproses.



4. Evaluasi

Penilaiannya menjadi kesepakatan awal sebelum proyek dimulai. Menata aspek keberhasilan produk yang akan diamati. Tentu akan banyak indikator yang bisa dipakai, namun kriterianya boleh disederhanakan untuk memantau proses dan melihat hasil akhirnya. Ini bukan masalah tes pilihan ganda atau esay. Ukuranya bisa dilakukan melalui survei dan daftar cek list pencapaian yang diperoleh. Jika butuh pembenahan hal itu akan menjadi kegiatan tindak lanjut setelah tahap akhir proyek diselesaikan,

Senin, 11 November 2024

MODEL PROYEK PERUBAHAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

 




bisa juga melihat link ini https://www.facebook.com/share/14Lcgcg2pE/


Mamanfaat dos bekas, peniti sebagai saklar. TAPI KALAU LISTRIK LANGSUNG ATAU AC JANGAN GUNAKAN TEKNIK INI (PENITI) BERBAHAYA. Ini hanya bisa untuk tenaga baterei.


ada pula lihan contoh pada link berikut
atau 

Hati-hati dalam pembuatannya, teliti dan bila perlu ada bimbingan dari orang tua atau ahli






Minggu, 08 September 2024

FORMAT PENILAIAN DISPLAY ANTAR KELOMPOK

 


Keretangan kolom yang akan diamati

  1. Identitas Kelompok dan Materi. Menyangkut nama-nama kelompok, ketua kelompok, dan judul display serta judul setiap materi yang disajikan
  2. Kelengkapan Materi. Apakah materinya lengkap dari yang telah disepakati sebelumnya?
  3. Keterangan setiap materi. Hal ini berkaitan dengan isi materi pada setiap judul. Apakah telah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah pelajari? Gambar yang dipakai setiap materi telah sesuai? yang disajikan sesuai apa yang dipelajari
  4. Gambar atau video. Adakah gambar atau barcode videonya. Sesuaikah dengan materi yang disajikan?
  5. Tata Letak dan Hiasan. Bagaimana penataan lembar materinya? Hiasan yang dipakai apakah sesuai? Bagaimana displaynya?

Kamis, 05 September 2024

CONTOH MENGATUR TATA LETAK TEMPLAT PADA PAPAN KARYA SISWA

Tidak aturan yang baku. Semua diserahlan pada kreativitas siswa. Kami melakukannnya sesuai kesepakatan dalam kelompok. Tentu akan berbeda dengan kalian dalam menata halaman display. Inilah cara kami dalam merancang penataannya.








Rabu, 04 September 2024

MODEL KARYA TULIS SISWA DALAM PENELITIAN SEDERHANA - UNSUR DAN SENYAWA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-SEHARI

Kegiatan awal merupakan kegiatan mandiri sebagai pengenalan lingkungan belajar yang sesuai. Pengamatan pada lingkungan rumah menjadi pilihan untuk menyesuaikan aset yang dimiliki. Salah satunya terlihat pada hasil obesrvasi awal dengan teknik metode ilmiah berikut.





Pembimbingan dilakukan setelah menelaah hasil observasi yang dilakukan. Pendampingan kegiatan ilmiah melalui sistimatika yang baik dilakukan. Coaching dalam beberapa kali pertemuan memberikan dampak pada hasil penuyusunan laporan. Revisi ini menjadi langka kedua mereka untuk menemukan titik fokus dan upaya menjawab permasalahan yang diangkat.





Beberapa masukan diberikan melalui tanya jawab dalam suasana diskusi di luar jam pembelajaran. Pemberian catatan dilakukan berdasarkan keinginan dan situasi yang mereka harapkan. Hal ini menunggu beberapa waktu untuk melengkapi struktur ilmiah serta tata kata dan kalimat yang sesuai data yang diperoleh. Perbaikannya diajukan setelah perbaikan dalam kolaborasi kelompok.