Selasa, 07 April 2026

Cahaya dari Gelanggang: Kisah Tangguh Nur Azizah Nabila Marsya

 

Berpose bersama Nabila, Sang peraih medali emas pada ajang silat tingkat provinsi

Lapangan  SMPN 17 Kendari Senin (6/3) begitu meriah akibat prestasi silat dari Nabila. Dia dibuatkan acara khusus saat upacara atas prestasi yang diraihnya. Tepatnya di kelas 8.6, seorang gadis bernama Nur Azizah Nabila Marsya mungkin terlihat seperti siswi biasa. Namun, di balik senyumnya, tersimpan mental baja seorang petarung yang baru saja menaklukkan rasa ragu dan kerasnya gelanggang.

Perjalanan Nabila tidaklah instan. Sejak Januari 2026, ketika teman-temannya mungkin masih menikmati sisa liburan, Nabila sudah mulai berpeluh. Di bawah bimbingan pelatihnya, Adam Malik, ia menempa fisik dan teknik setiap hari. Persiapan intensif selama lebih dari satu bulan itu adalah fondasi dari keberanian yang ia tunjukkan kemudian.

Kepala Sekolah, saat meyerahkan secara simbolis piagan dan medali emas kepada Nabila

Puncaknya terjadi pada 13-15 Februari lalu. Bertempat di kantor Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Kejuaraan Silat Daerah tingkat Provinsi pun digelar. Nabila turun di Kelas E (40-44 kg), sebuah kelas yang penuh dengan persaingan sengit.

Ketegangan menyelimuti setiap langkahnya. Untuk mencapai puncak, Nabila harus melewati tiga pertandingan berturut-turut. Setiap lawan memiliki ambisi yang sama, namun Nabila memiliki tekad yang lebih kuat. Dengan disiplin dan instruksi dari pelatih, ia berhasil melaju hingga ke babak final.

Sebagai sahabat dekat, Musdalifah Irwan sempat merasa ragu. "Apakah Nabila bisa juara? Lawannya sangat berat," pikirnya dalam hati. Namun, keraguan itu punah seketika saat melihat Nabila berdiri di podium kemenangan.

Nabila berhasil membawa pulang: Medali emas Kemenangan itu Simbol fisik dari kerja keras dan tetesan keringat. Piagam Penghargaan menjadi Investasi berharga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA impiannya nanti.


"Bahagia bisa mengukir prestasi," ucap Nabila dengan mata berbinar saat berbincang dengan sahabatnya.

Kisah Nabila mengajarkan kita bahwa keraguan orang lain, bahkan keraguan dari sahabat sendiri, bukanlah penghalang, melainkan tantangan untuk dibuktikan. Dengan persiapan matang dan keberanian untuk melangkah, siswa SMP dari Kendari ini membuktikan bahwa perempuan kuat bukan mereka yang tidak punya rasa takut, melainkan mereka yang mampu melampaui rasa takutnya.

Teruslah menginspirasi, Nabila! Dan teruslah menjadi pendukung setia, Musdalifah!

Minggu, 08 Maret 2026

SMPN 17 Kendari Gelar Pesantren Ramadan dan Aksi Berbagi Berkah

 

SMPN 17 Kendari – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, SMPN 17 Kendari sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan religius bertajuk "Pesantren Ramadan dan Berbagi Berkah". Kegiatan yang dirancang sebagai sarana pembelajaran karakter ini resmi dibuka pada 23 Februari 2026 di lapangan upacara SMPN 17 Kendari.

Selama tiga hari penuh, seluruh siswa dari kelas VII hingga IX mengikuti rangkaian agenda yang padat makna. Tidak hanya sekadar rutinitas, kegiatan ini menjadi laboratorium spiritual bagi para siswa untuk memperdalam pemahaman agama.



Pendalaman Materi dalam 21 Ruang Kelas

Untuk memastikan pembelajaran yang efektif, pihak sekolah membagi pemateri ke dalam 21 kelas. Para guru menyampaikan materi klasikal yang meliputi:

  • Muamalah & Fiqih: Memahami tata cara berinteraksi dan hukum Islam.

  • Ibadah & Praktik Salat: Mempertajam bacaan salat wajib serta memperbaiki tata cara ibadah harian.

  • Tadarus Al-Qur'an: Melantunkan ayat suci bersama untuk memperlancar bacaan siswa.

Menanamkan Jiwa Sosial Melalui Aksi Nyata

Puncak dari pembelajaran ini adalah implementasi nilai berbagi. Para siswa secara sukarela membawa bahan kebutuhan pokok untuk disalurkan kepada teman sejawat maupun masyarakat di lingkungan luar sekolah.

Kepala SMPN 17 Kendari, Bapak Suaidin, dalam arahannya menekankan bahwa penyerahan bantuan secara simbolis di lapangan hanyalah langkah awal.

"Menanamkan jiwa sosial yang tinggi adalah cara kita memaknai hidup dengan berbagi terhadap sesama. Saya berharap nilai-nilai baik ini terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan aksi berbagi ini akan terus berlanjut di ruang-ruang kelas," ujar Beliau.



Senin, 16 Februari 2026

Syafira dan Rafa Resmi Nahkodai OSIS SMPN 17 Kendari

Bumi Seventeen – Aroma semangat menyelimuti lapangan upacara SMPN 17 Kendari pada Jumat pagi, 13 Februari 2026. Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, sebuah babak baru bagi organisasi siswa resmi dimulai.

Setelah melalui proses pemilihan yang sengit seminggu sebelumnya, pasangan Syafira Dwi Oktaviani (8.5) dan Muhammad Rafa Oktoperdana (8.7) akhirnya mengukuhkan kemenangan mereka. Keduanya resmi dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 17 Kendari masa bakti 2026/2027.

Acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Suhaidin, S.Pd., M.Pd., dalam sebuah upacara kebesaran yang dihadiri oleh seluruh staf, dewan guru, serta ratusan siswa yang menyaksikan dengan khidmat.

Momen sakral terjadi saat pengucapan sumpah jabatan. Syafira, Rafa, beserta seluruh jajaran pengurus baru berikrar untuk mendedikasikan diri bagi sekolah. Prosesi simbolis pun berlanjut ketika Revan, Ketua OSIS periode sebelumnya, menyerahkan bendera OSIS kepada Kepala Sekolah, yang kemudian diteruskan kepada Syafira.

"Penyerahan bendera ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol estafet tanggung jawab besar untuk membawa nama baik SMPN 17 Kendari lebih tinggi lagi," ujar salah satu guru pembina di sela upacara.

Dalam amanatnya, Bapak Suhaidin mengungkapkan rasa bangga atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Beliau menitipkan dua pesan penting bagi Syafira dan timnya:

  1. Realisasi Visi-Misi: Janji-janji kampanye bukan sekadar hiasan kata, melainkan harus diwujudkan dalam program kerja nyata.

  2. Penggerak Sekolah Lingkungan: Sebagai sekolah yang peduli lingkungan, pengurus OSIS wajib menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan budaya hijau dan kebersihan di lingkungan sekolah.

Tim buletin Seventeen sempat menemui Revan (IX.2) sesaat setelah upacara usai. Meski telah purnabakti, tersirat raut lega dan harapan besar di wajahnya.

"Saya berharap teman-teman pengurus yang baru bisa bekerja lebih solid. Teruskan program yang sudah baik dan jangan takut untuk berinovasi mengembangkan program-program baru yang lebih kreatif," ungkap Revan dengan penuh keyakinan.

Upacara pelantikan yang penuh haru dan optimisme ini ditutup dengan pembacaan doa bersama, memohon kelancaran bagi kepengurusan OSIS setahun ke depan.


Oleh: Umar Redaksi Buletin Seventeen


Rabu, 04 Februari 2026

Suara Demokrasi di Lapangan Hijau: SMPN 17 Kendari Memilih Pemimpin Baru

 

KENDARI – Matahari pagi baru saja meninggi, namun semangat demokrasi sudah membara di lapangan SMPN 17 Kendari. Hari ini, Kamis (5/2/2026), sekolah kita menggelar pesta demokrasi akbar: Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027. Dimulai tepat pukul 07.30 WITA, seluruh warga sekolah berkumpul untuk menentukan arah kepemimpinan satu tahun ke depan.

Menjunjung Tinggi Asas LUBER

Pemilihan tahun ini bukan sekadar rutinitas. Dengan prinsip Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (LUBER), panitia menyediakan tiga bilik suara yang menjadi saksi bisu penentuan nasib organisasi kesiswaan kita. Proses pemungutan suara diatur dengan tertib per kelas, diawali oleh teladan dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan jajaran dewan guru, sebelum akhirnya diteruskan oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9.

Tiga Pasang Harapan

Tiga pasangan calon terbaik bangsa (versi Spensel!) telah memberikan orasi dan dedikasi terbaik mereka selama masa kampanye. Siapakah yang akan meneruskan tongkat estafet dari Revan dan Syahrini? Inilah para kandidat kita:

  • Pasangan Nomor Urut 1: Muh. Rafa Octo Perdana & Safira

  • Pasangan Nomor Urut 2: Nisa Wulandari & Evelyn A.K

  • Pasangan Nomor Urut 3: Khalifah & Asyifah

Siapa pun yang terpilih nanti, tugas besar telah menanti untuk membawa OSIS SMPN 17 Kendari semakin bersinar hingga tahun 2027 mendatang.

Dibalik Layar: Tim Redaksi Seventeen Meliput

Kami, Tim Redaksi Buletin Seventeen, juga tak kalah sibuk! Sejak bel masuk berbunyi, kru kami telah menyebar di setiap sudut lapangan. Mulai dari sesi wawancara cegat (doorstop) dengan para calon yang tampak tegang namun optimis, hingga memotret momen-momen ikonik saat tinta biru membasahi jari para pemilih.

"Ini adalah pembelajaran demokrasi yang nyata bagi kami. Bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita menghargai perbedaan pilihan dalam satu harmoni," ujar salah satu anggota tim liputan kami di sela-sela kegiatannya.


Catatan Redaksi: Siapapun pemenangnya, OSIS adalah milik kita bersama. Mari dukung visi misi mereka demi SMPN 17 Kendari yang lebih berprestasi!

Oleh: Tim Redaksi Buletin Seventeen

Cahaya dari Gelanggang: Kisah Tangguh Nur Azizah Nabila Marsya

  Berpose bersama Nabila, Sang peraih medali emas pada ajang silat tingkat provinsi Lapangan  SMPN 17 Kendari Senin (6/3) begitu meriah akib...