Jumat, 01 Mei 2026
Minggu, 26 April 2026
Perjuangan SMK Tunas Husada Cup 2026
Oleh: Aleron (Kelas IX.1 / Pemain Tim Voli Seventeen)
Perjalanan panjang penuh keringat dan semangat baru saja usai. Sejak tanggal 20 April hingga 26 April 2026, tim bola voli kita berjuang dalam kejuaraan bergengsi SMK Tunas Husada Cup tingkat SMP se-Kota Kendari. Sebagai salah satu pemain, saya merasakan betul betapa ketatnya persaingan tahun ini karena setiap sekolah memiliki potensi yang sangat merata.
Perjalanan Menuju Puncak
Langkah awal kami tidaklah mulus. Pada pertandingan pembuka, kami harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh SMPN 19 Kendari. Namun, kekalahan itu tidak mematahkan semangat kami. Terbukti pada laga berikutnya, kami bangkit dan berhasil menumbangkan SMPN 5 Kendari.
Momentum kemenangan berlanjut hingga babak semifinal. Lewat kerja sama tim yang solid, kami berhasil mengandaskan perlawanan SMPN 12 Kendari dan mengamankan tiket menuju babak final.
Final yang Menegangkan
Babak final kembali mempertemukan kami dengan rival kuat, SMPN 19 Kendari. Pertandingan ini benar-benar menguji mental dan kematangan kami. Atmosfer lapangan terasa sangat tegang. Kami sempat memberikan perlawanan sengit dan mengimbangi permainan mereka di set awal.
Namun, keberuntungan belum berpihak pada kami di set-set berikutnya. Setelah melalui duel yang menguras tenaga, kami harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 3-1.
Refleksi dan Harapan
Meskipun harus puas di posisi kedua, Juara 2 adalah hasil yang sangat kami syukuri. Ini adalah buah dari usaha keras dan dedikasi seluruh anggota tim.
"Kekalahan di final bukanlah akhir, melainkan pembelajaran berharga. Kami menyadari bahwa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, kami harus berlatih lebih giat lagi."
Terima kasih atas dukungan dari Bapak Pembina dan seluruh teman-teman di sekolah. Kami berjanji akan kembali dengan versi yang lebih kuat di turnamen berikutnya!
Kamis, 23 April 2026
Selasa, 14 April 2026
Selasa, 07 April 2026
Cahaya dari Gelanggang: Kisah Tangguh Nur Azizah Nabila Marsya
Lapangan SMPN 17 Kendari Senin (6/3) begitu meriah akibat prestasi silat dari Nabila. Dia dibuatkan acara khusus saat upacara atas prestasi yang diraihnya. Tepatnya di kelas 8.6, seorang gadis bernama Nur Azizah Nabila Marsya mungkin terlihat seperti siswi biasa. Namun, di balik senyumnya, tersimpan mental baja seorang petarung yang baru saja menaklukkan rasa ragu dan kerasnya gelanggang.
Perjalanan Nabila tidaklah instan. Sejak Januari 2026, ketika teman-temannya mungkin masih menikmati sisa liburan, Nabila sudah mulai berpeluh. Di bawah bimbingan pelatihnya, Adam Malik, ia menempa fisik dan teknik setiap hari. Persiapan intensif selama lebih dari satu bulan itu adalah fondasi dari keberanian yang ia tunjukkan kemudian.
Kepala Sekolah, saat meyerahkan secara simbolis piagan dan medali emas kepada Nabila
Puncaknya terjadi pada 13-15 Februari lalu. Bertempat di kantor Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Kejuaraan Silat Daerah tingkat Provinsi pun digelar. Nabila turun di Kelas E (40-44 kg), sebuah kelas yang penuh dengan persaingan sengit.
Ketegangan menyelimuti setiap langkahnya. Untuk mencapai puncak, Nabila harus melewati tiga pertandingan berturut-turut. Setiap lawan memiliki ambisi yang sama, namun Nabila memiliki tekad yang lebih kuat. Dengan disiplin dan instruksi dari pelatih, ia berhasil melaju hingga ke babak final.
Sebagai sahabat dekat, Musdalifah Irwan sempat merasa ragu. "Apakah Nabila bisa juara? Lawannya sangat berat," pikirnya dalam hati. Namun, keraguan itu punah seketika saat melihat Nabila berdiri di podium kemenangan.
Nabila berhasil membawa pulang: Medali emas Kemenangan itu Simbol fisik dari kerja keras dan tetesan keringat. Piagam Penghargaan menjadi Investasi berharga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA impiannya nanti.
"Bahagia bisa mengukir prestasi," ucap Nabila dengan mata berbinar saat berbincang dengan sahabatnya.
Kisah Nabila mengajarkan kita bahwa keraguan orang lain, bahkan keraguan dari sahabat sendiri, bukanlah penghalang, melainkan tantangan untuk dibuktikan. Dengan persiapan matang dan keberanian untuk melangkah, siswa SMP dari Kendari ini membuktikan bahwa perempuan kuat bukan mereka yang tidak punya rasa takut, melainkan mereka yang mampu melampaui rasa takutnya.
Teruslah menginspirasi, Nabila! Dan teruslah menjadi pendukung setia, Musdalifah!
Senin, 30 Maret 2026
-
Laporan Proyek Bioteknologi oleh Waode Claudia Produknya : Roti pawa yang disetor pada 5 Agustus 2024 Proses pilihannya : Vidi0 pembuatan y...
-
Berikut beberapa contoh pilihan untuk laporan prosedur pembuatan produk bioteknologi pada mata pelajaran IPA kelas IX. Siswa dapat memilih s...
-
Proyek 1 AYO RANCANG PRODUK MAKANAN KESUKAANMU! Memasuki materi bioteknologi kita akan mengeksplorasi kemampuan daya pikir, kr...

.jpeg)