Klik link ini untuk melihat https://sites.google.com/guru.smp.belajar.id/sekolah-hebat/halaman-muka
Laporan Pandangan Mata: Merawat Harapan, Menenun Hijau di Program Sekolah Hebat SMPN 17 Kendari
Oleh: Tim Redaksi Buletin Digital Seventeen
Kendari, Juni 2026
Halo Sobat Seventeen!
Bagaimana kabar gawai dan semangat kalian hari ini? Semoga secerah langit Kendari ya! Hari ini, Tim Buletin Digital Seventeen mengajak kalian semua untuk melepaskan pandangan sejenak dari layar ponsel dan beralih ke sudut hijau sekolah kita. Ya, apa lagi kalau bukan area penanaman Program Sekolah Hebat SMPN 17 Kendari!
Tim kami baru saja melakukan pemantauan langsung di lapangan, dan jujur saja, ada rasa hangat dan bangga yang membuncah saat melihat perkembangan proyek hijau kita ini. Yuk, ikuti laporan pandangan mata kami!
Dari Tunas Kecil, Kini Mulai Belajar Berbuah
Ingatkah kalian beberapa minggu lalu saat kita bersama-sama menyemai dan merawat bibit cabe kecil (cabe rawit) di tanah sekolah kita? Berkat cucuran keringat dan kepedulian kita semua, pemandangan di area kebun kini sudah berubah drastis.
Sejauh mata memandang, rona hijau dedaunan tampak begitu menyegarkan. Dan tebak apa? Saat kami mendekat, sebagian besar tanaman cabe kecil kita sudah mulai menampakkan bunga-bunga putih yang cantik, bahkan beberapa di antaranya sudah belajar berbuah! Menyaksikan buah-buah cabe hijau kecil yang mulai menyembul di antara dedaunan itu rasanya seperti melihat adik bayi yang baru belajar berjalan—menggemaskan sekaligus bikin bangga!
"Melihat bunga-bunga itu mekar, rasanya semua lelah setelah pulang kelas langsung hilang. Ini bukti kalau usaha kita tidak mengkhianati hasil!" ujar salah satu siswa yang sedang menyiram tanaman.
Realita di Lapangan: Perjuangan Melawan Hama dan Gulma
Namun, Sobat Seventeen, berkebun tentu bukan cerita tentang keberhasilan instan. Alam selalu punya cara untuk menguji kesabaran kita. Dalam pantauan kami, harus diakui bahwa tidak semua tanaman tumbuh dengan optimal. Ada beberapa titik tanaman yang tampak kerdil atau daunnya sedikit menguning. Tapi tenang, Tim Adiwiyata dan teman-teman kita tidak tinggal diam! Berbagai upaya penyelamatan terus digalakkan secara konsisten:
Pemupukan Berkala: Nutrisi tambahan terus diberikan agar tanaman yang tertinggal bisa mengejar ketertinggalannya.
Pembasmian Hama: Pengawasan ketat dilakukan untuk menghalau kutu daun dan ulat yang nakal.
Pembersihan Gulma: Rumput liar yang berebut makanan dengan tanaman cabe kita dicabut secara rutin.
Kita harus paham bahwa dalam satu ekosistem, wajar jika ada yang tumbuh cepat dan ada yang butuh perhatian ekstra. Yang terpenting adalah komitmen kita untuk tidak menyerah pada tanaman yang kurang optimal tersebut.
Kegembiraan yang Tak Ternilai
Dibalik dinamika pasang surut tersebut, ada satu hal yang paling berharga: rasa gembira dan kebersamaan kita. Melihat usaha mandiri seluruh warga SMPN 17 Kendari mulai menampakkan hasil nyata adalah sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Program Sekolah Hebat ini bukan sekadar tentang memanen cabe, tapi tentang memanen karakter peduli lingkungan, kerja keras, dan rasa tanggung jawab.
Yuk, Jaga Bersama Hijau Sekolah Kita!
Sobat Seventeen, tanaman-tanaman cabe ini adalah aset kita, simbol dari kerja keras kolektif kita. Tanaman yang subur berkat rawatan kita, dan yang kurang optimal menanti uluran tangan kita.
Oleh karena itu, yuk kita luangkan waktu, minimal dengan tidak mengganggu atau merusak area steril tanaman. Jikalau lewat dan melihat ada rumput liar atau hama, jangan segan untuk mencabutnya. Mari kita kawal proses ini bersama-sama sampai hari panen raya tiba!
[SPECIAL UPDATE] Merah Merona di Lahan Kita: Cabe Besar SMPN 17 Kendari Siap Panen Raya!
Oleh: Tim Redaksi Buletin Digital Seventeen
Kendari, Juni 2026
Sejauh Mata Memandang: Barisan "Raksasa" yang Sempurna
Berbeda dengan beberapa petak tanaman lain yang masih butuh perawatan ekstra, blok cabe besar (lombok besar) kita menunjukkan performa yang juara dunia! Tim kami yang turun ke lapangan dibuat takjub melihat pertumbuhan tanaman yang begitu seragam, kokoh, dan sehat.
Tidak ada kata "kerdil" di sini. Semua tanaman tumbuh tegak memamerkan daun hijau pekat yang lebar. Dan yang paling bikin gagal fokus? Buah-buah cabe besar itu! Mereka sudah bergelantungan dengan berat, mengkilap terkena sinar matahari, dan beberapa sudah mulai berubah warna dari hijau tua menjadi kemerahan.
"Ini mah tinggal hitungan hari menuju panen!" celetuk salah satu anggota tim kami saat melihat ukuran cabe yang panjang dan berisi.
Euforia di Kebun: Senyum yang Tak Bisa Disembunyikan
Sobat Seventeen, tahu tidak apa yang lebih indah dari melihat buah cabe yang lebat? Jawabannya adalah melihat wajah-wajah bahagia teman-teman kita.
Suasana di kebun sekolah belakangan ini terasa sangat berbeda. Ada aura kegembiraan yang menular. Setiap pagi dan sore, siswa-siswa yang bertugas merawat tampak begitu bersemangat. Rasa lelah menyiram dan mencangkul seolah menguap begitu saja saat mereka memegang langsung buah lombok yang sebentar lagi siap dipetik.
"Jujur, rasanya puas banget! Kemarin-kemarin kita cuma lihat di internet cara menanamnya, sekarang buahnya beneran ada di depan mata dan tumbuh subur semua. Kami sudah tidak sabar mau panen bareng-bareng!" — Rani, Siswa Kelas 8.
Bukan cuma Rani, hampir semua siswa yang lewat di area ini pasti akan berhenti sejenak, berdecak kagum, atau bahkan melakukan selfie dengan latar belakang cabe yang lebat. Keberhasilan ini benar-benar menjadi mood booster bagi seluruh warga SMPN 17 Kendari
Setelah kita disuguhkan pemandangan indah dari cabe kecil dan cabe besar, kali ini Tim Buletin Digital Seventeen membawa laporan yang penuh inspirasi dan perjuangan dari blok Tanaman Tomat. Seperti yang kita tahu, cuaca di Kendari beberapa hari terakhir ini sedang tidak menentu, bahkan curah hujan yang tinggi sempat membuat area kebun sekolah kita tergenang banjir.
Namun, tebak apa yang terjadi? Alih-alih layu, tanaman tomat kita justru menunjukkan mental juara!
Si Hijau yang Tangguh: Melawan Hujan Lebat dan Banjir
Banjir dan empasan hujan lebat boleh saja datang, tetapi tanaman tomat Program Sekolah Hebat SMPN 17 Kendari menolak untuk menyerah. Berkat struktur tanah yang dirawat dengan baik dan kesigapan teman-teman dalam membenahi drainase pasca-banjir, keajaiban itu benar-benar terjadi.
Saat kami melakukan pantauan mata hari ini, batang-batang pohon tomat berdiri dengan sangat kokoh. Pertumbuhan batangnya begitu kekar seolah mencengkeram bumi dengan kuat. Tidak hanya itu, daun-daunnya tumbuh sangat lebat, hijau segar, dan bebas dari kerusakan berarti akibat badai.
Yang paling membuat kami berdecak kagum adalah di balik rimbunnya daun-daun lebat itu, kuncup-kuncup bunga kuning kecil mulai bermunculan dengan indahnya! Ini adalah simbol kehidupan dan kemenangan kecil atas cuaca ekstrem yang sempat melanda sekolah kita.
Usaha Tanpa Henti dan Untaian Doa para Siswa
Ketangguhan tanaman tomat ini tidak lepas dari "tangan dingin" dan ketulusan hati para siswa SMPN 17 Kendari. Melihat kebun mereka sempat diterpa banjir, teman-teman kita tidak tinggal diam atau pasrah. Mereka justru makin gencar bergerak: mengikat batang tomat ke bilah bambu (ajir) agar tidak roboh, membersihkan sisa lumpur, dan memastikan akar tanaman tidak membusuk.
Namun, di samping usaha keras fisik tersebut, ada hal menyentuh yang kami temukan di lapangan. Di sela-sela waktu merawat tanaman, terdengar untaian harapan dan doa yang tulus dari para siswa.
"Setiap kali menyiram dan melihat bunganya mulai tumbuh setelah banjir kemarin, kami selalu menyelipkan doa. Kami berharap cuaca bisa lebih bersahabat ke depannya dan Tuhan memberkati kerja keras kami, agar dalam waktu dekat, tomat-tomat ini bisa berbuah lebat dan segera kami panen," ungkap salah satu siswa dengan mata berbinar penuh harap.
Melihat dedikasi yang begitu besar, rasanya tidak berlebihan jika kita optimis bahwa buah-buah tomat yang ranum akan segera menghiasi kebun kita dalam waktu dekat.
Mari Jaga Harapan Ini Bersama!
Sobat Seventeen, tanaman tomat ini adalah guru kehidupan bagi kita semua. Mereka mengajarkan bahwa sekeras apa pun badai dan ujian yang menerpa (bahkan banjir sekalipun), selama kita memiliki akar yang kuat dan dirawat dengan kasih sayang, kita akan tetap berdiri tegak dan tumbuh berbunga.
Mari kita aminkan bersama doa teman-teman kita. Tetap jaga barisan, bantu awasi kebun sekolah kita setelah hujan mereda, dan mari kita tunggu bersama momen manis saat buah tomat pertama mulai ranum dan siap dipetik!
Sampai jumpa di laporan pandangan mata berikutnya!
SMPN 17 Kendari? Hebat, Tangguh, Pantang Menyerah!
Buletin Digital Seventeen? Setia Menemani Setiap Jengkal Perjuangan Kita!
Hari ini, sekolah secara resmi menyerahkan medali dan piagam penghargaan kepada tiga siswa tangguh yang sukses mengharumkan nama sekolah di bidang olahraga bela diri. Siapa saja mereka? Yuk, kita kenalan dengan para juara kita!
Ajang: Kejuaraan Pencak Silat Anoa Championship 2 (Kelas E 42-45 kg)
Tempat & Waktu: GOR KONI SULTRA, 30 April – 3 Mei 2026
Prestasi: Juara 1 (Medali Emas)
Membuka rentetan prestasi, ada Nur Azizah dari kelas 8.6 yang sukses menaklukkan gelanggang pencak silat. Bertarung di kelas E, Azizah berhasil membawa pulang podium tertinggi.
"Perasaan saya sangat gembira saat meraih juara 1 bersama tim-tim saya," ungkap Azizah dengan senyum sumringah.
Work hard, play hard! Kerja keras latihan fisik dan kekompakan tim akhirnya dibayar tuntas dengan medali emas di dada. Congrats, Azizah!
Ajang: Kejuaraan Taekwondo Tingkat Nasional
Tempat & Waktu: Universitas Halu Oleo (UHO), 24 Mei 2026
Klub: Predator Balkot
Prestasi: Juara 2 (Medali Perak) di Kelas 43 kg
Dari cabang Taekwondo, atlet muda kita Selfi Widarma Putri baru saja menyelesaikan pertarungan sengit berskala nasional kemarin! Menghadapi lawan terberat yang berasal dari tuan rumah (UHO), Selfi menunjukkan mental baja dan berhasil mengamankan posisi kedua.
Meski langkahnya terhenti selangkah menuju emas, semangat Selfi tidak luntur sama sekali. Target ke depannya? Menjadi jauh lebih baik dan terus berkembang.
"Semangat Kakak Selfi! Menang kalah tidak apa-apa, yang penting pengalaman dan tekad untuk jadi lebih baik selalu ada!"
Ajang: Kejuaraan Taekwondo Tingkat Kota Sekota Kendari
Tempat & Waktu: Universitas Halu Oleo (UHO), 23 Mei 2026
Prestasi: Juara 2 (Medali Perak) di Kelas 46 kg
Tak kalah membanggakan, Gede Deval dari kelas 7.2 juga berhasil menyumbang medali perak di kejuaraan taekwondo tingkat kota. Mengalungkan medali dan memegang sertifikat di podium upacara hari ini membuat Deval bersyukur, namun ia sudah memasang target baru.
"Saya sangat senang ketika mendapat medali ini, tapi nanti saya akan berusaha lagi untuk juara 1!" ujar Deval penuh optimisme.
Satu hal yang bikin Deval makin semangat adalah dukungan penuh dari sang ayah tercinta. Pesan ayahnya selalu terngiang:
"Tingkatkan lagi, pasti bisa meraih juara 1. Ayah dukung kamu!" ---
Prestasi Nur Azizah, Selfi, dan Deval adalah bukti nyata bahwa proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Baik itu medali emas maupun perak, semuanya adalah buah dari tetesan keringat dan kedisiplinan.
Semoga prestasi mentereng di bidang Pencak Silat dan Taekwondo ini bisa menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga Seventeen untuk terus menggali potensi diri.
Selamat kepada para pemenang! Teruslah bersinar dan menginspirasi!
Link Laporan Program Sekolah Hebat - Mei 2026
https://sites.google.com/guru.smp.belajar.id/sekolah-hebat/halaman-muka
@sekolahhebat
#bankindonesia
Oleh: Aleron (Kelas IX.1 / Pemain Tim Voli Seventeen)
Perjalanan panjang penuh keringat dan semangat baru saja usai. Sejak tanggal 20 April hingga 26 April 2026, tim bola voli kita berjuang dalam kejuaraan bergengsi SMK Tunas Husada Cup tingkat SMP se-Kota Kendari. Sebagai salah satu pemain, saya merasakan betul betapa ketatnya persaingan tahun ini karena setiap sekolah memiliki potensi yang sangat merata.
Langkah awal kami tidaklah mulus. Pada pertandingan pembuka, kami harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh SMPN 19 Kendari. Namun, kekalahan itu tidak mematahkan semangat kami. Terbukti pada laga berikutnya, kami bangkit dan berhasil menumbangkan SMPN 5 Kendari.
Momentum kemenangan berlanjut hingga babak semifinal. Lewat kerja sama tim yang solid, kami berhasil mengandaskan perlawanan SMPN 12 Kendari dan mengamankan tiket menuju babak final.
Babak final kembali mempertemukan kami dengan rival kuat, SMPN 19 Kendari. Pertandingan ini benar-benar menguji mental dan kematangan kami. Atmosfer lapangan terasa sangat tegang. Kami sempat memberikan perlawanan sengit dan mengimbangi permainan mereka di set awal.
Namun, keberuntungan belum berpihak pada kami di set-set berikutnya. Setelah melalui duel yang menguras tenaga, kami harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 3-1.
Meskipun harus puas di posisi kedua, Juara 2 adalah hasil yang sangat kami syukuri. Ini adalah buah dari usaha keras dan dedikasi seluruh anggota tim.
"Kekalahan di final bukanlah akhir, melainkan pembelajaran berharga. Kami menyadari bahwa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, kami harus berlatih lebih giat lagi."
Terima kasih atas dukungan dari Bapak Pembina dan seluruh teman-teman di sekolah. Kami berjanji akan kembali dengan versi yang lebih kuat di turnamen berikutnya!
Klik link ini untuk melihat https://sites.google.com/guru.smp.belajar.id/sekolah-hebat/halaman-muka