Dari Banjir Menuju Berkah: Asa yang Berbuah Manis di Kebun Tomat Seventeen
Oleh: Farah Suci Amaliah
Tim Redaksi Buletin Digital
Seventeen
SMPN 17 Kendari – Halo Sobat Seventeen! Ada kabar gembira dan
penuh haru dari sudut hijau sekolah kita hari ini.
Jika beberapa waktu lalu kita sempat dibuat cemas oleh musim hujan ekstrem hingga banjir yang melanda area sekolah, hari ini lingkungan SMPN 17 Kendari justru diselimuti aura kebahagiaan. Kebun tomat kebanggaan kita, yang sempat berjuang keras untuk bertahan hidup di tengah cuaca buruk, akhirnya resmi menunaikan janjinya. Doa dan kerja keras kita semua terjawab sudah!
Hari ini, saya bersama
rekan-rekan pengurus OSIS menyaksikan langsung momen yang sangat dinantikan: Panen Kedua Kebun Tomat SEVENTEEN!
Senyum Merekah di Antara Tomat yang Merah
Suasana di kebun tomat pagi ini benar-benar hidup. Warna-warni buah tomat yang mulai menguning hingga merah merekah seolah menjadi simbol kemenangan atas perjuangan panjang kita. Ingat betul rasanya bagaimana kawan-kawan OSIS dan warga sekolah tiada hentinya merawat, memupuk asa, dan melangitkan doa agar tanaman-tanaman ini bisa bertahan dan berbuah.
"Bahagia sekali rasanya melihat kerja keras terbayar lunas. Melihat senyum warga sekolah saat memetik tomat-tomat ini adalah momen terbaik hari ini," ujar salah satu mandor dadakan dari pengurus OSIS di sela-sela kesibukan memanen.
Riuh Rendah di Meja
Penimbangan
Setelah semua keranjang penuh dengan buah tomat yang segar, keseruan tidak berhenti di situ. Kegiatan langsung bergeser ke area penimbangan untuk melihat hasil konkret dari jerih payah hari ini.
Bagaimana situasinya? Sangat seru dan penuh antusias!
Rekan-rekan OSIS
dengan sigap dan teliti langsung membagi tugas:
- Tim Penimbang:
Dengan cekatan menaruh tumpukan tomat di atas timbangan.
- Tim Pencatat:
Dengan fokus penuh mencatat setiap gram hasil yang diperoleh hari ini agar
data panen kedua ini terdokumentasi dengan akurat.
Sorak sorai kecil terdengar setiap kali jarum timbangan menunjukkan angka yang memuaskan. Ini bukan sekadar angka, Sobat Seventeen, tapi ini adalah bukti nyata dari sebuah kegigihan.
Dari kebun tomat SMPN 17 Kendari, panen hari ini mengajarkan kita satu hal: setelah badai dan banjir, selalu ada buah manis yang siap dipetik bagi mereka yang tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa.
Tunggu terus update
keseruan kegiatan sekolah kita hanya di Buletin Digital Seventeen! See you on the next story!
------------------------------------------------------------------------------
Siasati Hama Demi Selamatkan Panen Perdana
Oleh: Farah Suci Amaliah Tim Redaksi Buletin Digital Seventeen
SMPN
17 Kendari – Halo
Sobat Seventeen! Perjuangan tim hijau sekolah kita kembali berlanjut. Setelah
kemarin kita merayakan keberhasilan kebun tomat, hari ini ada cerita perjuangan
yang tak kalah seru sekaligus menantang dari area kebun lombok besar kita.
Menjadi
seorang pekebun emang nggak pernah mudah, Sobat. Kebun lombok besar kebanggaan
kita belakangan ini harus menghadapi ujian berat. Sejak buah lombok mulai
berkembang dan membesar, serangan hama yang tak diundang datang menyerbu.
Namun,
bukan anak-anak SMPN 17 Kendari namanya kalau mudah menyerah!
Langkah Taktis: Panen Dini sebagai Solusi
Melihat
kondisi yang cukup mengkhawatirkan, tim kerja lingkungan sekolah langsung
mengambil tindakan cepat dan taktis. Demi menekan kerugian dan menyelamatkan
hasil yang tersisa, tim memutuskan untuk melakukan pemanenan lebih awal.
Langkah
ini diambil sebagai solusi terbaik agar buah lombok besar yang masih sehat
tidak ikut rusak oleh serangan hama. Dengan sigap, rekan-rekan langsung turun
ke lapangan untuk memilah dan memetik lombok-lombok yang berpotensi
terselamatkan. Kejelian dan kecepatan kerja tim benar-benar diuji dalam situasi
genting ini.
Panen Perdana yang Tetap Disyukuri
Meski
harus berpacu dengan waktu dan serangan hama, kerja keras tim kerja akhirnya
membuahkan hasil nyata. Pada panen perdana yang dilakukan melalui dua
kali proses pemetikan ini, kita berhasil mengumpulkan lebih dari dua
kilogram lombok besar!
Angka
dua kilo lebih ini mungkin terlihat sederhana, tapi bagi kami, ini adalah
simbol kemenangan kecil. Di tengah kepungan hama, setiap ons lombok yang
berhasil diselamatkan adalah bukti kegigihan dan kerja keras rekan-rekan di
lapangan yang tidak mau pasrah begitu saja pada keadaan.
Dari
kebun lombok besar ini, kita belajar bahwa masalah akan selalu ada, tetapi
respons cepat dan kerja sama tim yang solid adalah kunci untuk menemukan
solusi.
Tetap
semangat untuk tim kebun sekolah, dan sampai jumpa di kabar-kabar seru
berikutnya hanya di Buletin Digital Seventeen!
.png)
.png)

.jpeg)