Upacara pengibaran bendera HUT RI Ke-81 Tahun 2026
Upacar Penurunan Bendera HUT RI Ke-81 SMPN 17 Kendari
Lomba Tarik Tambang
Upacara pengibaran bendera HUT RI Ke-81 Tahun 2026
Upacar Penurunan Bendera HUT RI Ke-81 SMPN 17 Kendari
Lomba Tarik Tambang
GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN JENDRAL SUDIRMAN > SMP NEGERI 17 KENDARI > Jl. Mekar Jaya I, Kec. Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
"Pelatihan Dasar Tali Temali (Pionering) Pembangunan Tiang Bendera Portabel bagi Pramuka Penggalang Gudep Jendral Sudirman SMPN 17 Kendari"
Meningkatkan Keterampilan (Scouting Skills): Melatih anggota Penggalang agar menguasai ikatan dan simpul dasar dalam kepramukaan (seperti Simpul Pangkal, Simpul Mati, dan Ikatan Silang).
Melatih Kerja Sama Tim: Menguji kekompakan dan pembagian tugas antaranggota dalam satu regu.
Mengasah Kemandirian & Problem Solving: Melatih ketangkasan serta ketelitian peserta didik dalam merangkai ikatan yang kuat dan simetris untuk kebutuhan berkemah di alam terbuka.
Bagi Peserta Didik: Menambah wawasan kepramukaan, mengasah logika terapan melalui struktur ikatan, serta membentuk mental pantang menyerah dan gotong royong.
Bagi Regu/Gudep: Menyiapkan struktur regu yang tangguh dan siap pakai untuk kegiatan perkemahan (Persami) maupun ajang perlombaan (Lomba Tingkat).
Setiap regu menyiapkan peralatan wajib:
Tongkat Pramuka standar (panjang 160 cm) sebanyak 3–4 buah.
Tali pramuka (tali marlin/nilon) secukupnya.
Penyampaian Teori Singkat (10 Menit)
Pembina memperagakan cara membuat simpul dasar:
Simpul Pangkal: Untuk mengawali dan mengakhiri ikatan pada tongkat.
Ikatan Silang/Palang: Untuk menyambung tongkat yang bersilangan tegak lurus atau membentuk kaki tiga (tripod).
Simpul Mati: Untuk menyambung dua tali yang sama besar dalam keadaan kering.
Praktik Pembuatan Tiang Bendera Tiga Kaki (30 Menit)
Setiap regu berkumpul dan membagi peran (ada yang memegang tongkat, mengulur tali, dan mengikat).
Langkah 1: Rebus 3 tongkat pramuka dan sejajarkan. Buat Simpul Pangkal pada salah satu tongkat utama.
Langkah 2: Lakukan ikatan batang/kaki tiga dengan melilitkan tali melingkari ketiga tongkat sebanyak 4–5 putaran, lalu kunci dengan simpul mati/pangkal.
Langkah 3: Mekarkan ketiga kaki tongkat hingga membentuk pondasi tripod yang kokoh di tanah.
Langkah 4: Sambungkan tongkat ke-4 di bagian atas sebagai tiang bendera vertikal menggunakan Ikatan Canggah/Menyambung Tongkat.
Pengujian & Evaluasi (10 Menit)
Pembina menguji kekuatan dan ketepatan struktur ciptaan tiap regu (pemeriksaan kerapian ikatan, kekuatan tarikan, dan keandalan fondasi).
Memberikan koreksi serta apresiasi kepada regu dengan ikatan terkuat dan paling rapi.
Dari Banjir Menuju Berkah: Asa yang Berbuah Manis di Kebun Tomat Seventeen
Oleh: Farah Suci Amaliah
Tim Redaksi Buletin Digital
Seventeen
SMPN 17 Kendari – Halo Sobat Seventeen! Ada kabar gembira dan
penuh haru dari sudut hijau sekolah kita hari ini.
Jika beberapa waktu lalu kita sempat dibuat cemas oleh musim hujan ekstrem hingga banjir yang melanda area sekolah, hari ini lingkungan SMPN 17 Kendari justru diselimuti aura kebahagiaan. Kebun tomat kebanggaan kita, yang sempat berjuang keras untuk bertahan hidup di tengah cuaca buruk, akhirnya resmi menunaikan janjinya. Doa dan kerja keras kita semua terjawab sudah!
Hari ini, saya bersama
rekan-rekan pengurus OSIS menyaksikan langsung momen yang sangat dinantikan: Panen Kedua Kebun Tomat SEVENTEEN!
Senyum Merekah di Antara Tomat yang Merah
Suasana di kebun tomat pagi ini benar-benar hidup. Warna-warni buah tomat yang mulai menguning hingga merah merekah seolah menjadi simbol kemenangan atas perjuangan panjang kita. Ingat betul rasanya bagaimana kawan-kawan OSIS dan warga sekolah tiada hentinya merawat, memupuk asa, dan melangitkan doa agar tanaman-tanaman ini bisa bertahan dan berbuah.
"Bahagia sekali rasanya melihat kerja keras terbayar lunas. Melihat senyum warga sekolah saat memetik tomat-tomat ini adalah momen terbaik hari ini," ujar salah satu mandor dadakan dari pengurus OSIS di sela-sela kesibukan memanen.
Riuh Rendah di Meja
Penimbangan
Setelah semua keranjang penuh dengan buah tomat yang segar, keseruan tidak berhenti di situ. Kegiatan langsung bergeser ke area penimbangan untuk melihat hasil konkret dari jerih payah hari ini.
Bagaimana situasinya? Sangat seru dan penuh antusias!
Rekan-rekan OSIS
dengan sigap dan teliti langsung membagi tugas:
Sorak sorai kecil terdengar setiap kali jarum timbangan menunjukkan angka yang memuaskan. Ini bukan sekadar angka, Sobat Seventeen, tapi ini adalah bukti nyata dari sebuah kegigihan.
Dari kebun tomat SMPN 17 Kendari, panen hari ini mengajarkan kita satu hal: setelah badai dan banjir, selalu ada buah manis yang siap dipetik bagi mereka yang tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa.
Tunggu terus update
keseruan kegiatan sekolah kita hanya di Buletin Digital Seventeen! See you on the next story!
------------------------------------------------------------------------------
Siasati Hama Demi Selamatkan Panen Perdana
Oleh: Farah Suci Amaliah Tim Redaksi Buletin Digital Seventeen
SMPN
17 Kendari – Halo
Sobat Seventeen! Perjuangan tim hijau sekolah kita kembali berlanjut. Setelah
kemarin kita merayakan keberhasilan kebun tomat, hari ini ada cerita perjuangan
yang tak kalah seru sekaligus menantang dari area kebun lombok besar kita.
Menjadi
seorang pekebun emang nggak pernah mudah, Sobat. Kebun lombok besar kebanggaan
kita belakangan ini harus menghadapi ujian berat. Sejak buah lombok mulai
berkembang dan membesar, serangan hama yang tak diundang datang menyerbu.
Namun,
bukan anak-anak SMPN 17 Kendari namanya kalau mudah menyerah!
Melihat
kondisi yang cukup mengkhawatirkan, tim kerja lingkungan sekolah langsung
mengambil tindakan cepat dan taktis. Demi menekan kerugian dan menyelamatkan
hasil yang tersisa, tim memutuskan untuk melakukan pemanenan lebih awal.
Langkah
ini diambil sebagai solusi terbaik agar buah lombok besar yang masih sehat
tidak ikut rusak oleh serangan hama. Dengan sigap, rekan-rekan langsung turun
ke lapangan untuk memilah dan memetik lombok-lombok yang berpotensi
terselamatkan. Kejelian dan kecepatan kerja tim benar-benar diuji dalam situasi
genting ini.
Meski
harus berpacu dengan waktu dan serangan hama, kerja keras tim kerja akhirnya
membuahkan hasil nyata. Pada panen perdana yang dilakukan melalui dua
kali proses pemetikan ini, kita berhasil mengumpulkan lebih dari dua
kilogram lombok besar!
Angka
dua kilo lebih ini mungkin terlihat sederhana, tapi bagi kami, ini adalah
simbol kemenangan kecil. Di tengah kepungan hama, setiap ons lombok yang
berhasil diselamatkan adalah bukti kegigihan dan kerja keras rekan-rekan di
lapangan yang tidak mau pasrah begitu saja pada keadaan.
Dari
kebun lombok besar ini, kita belajar bahwa masalah akan selalu ada, tetapi
respons cepat dan kerja sama tim yang solid adalah kunci untuk menemukan
solusi.
Tetap
semangat untuk tim kebun sekolah, dan sampai jumpa di kabar-kabar seru
berikutnya hanya di Buletin Digital Seventeen!
Upacara pengibaran bendera HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Upacar Penurunan Bendera HUT RI Ke-81 SMPN 17 Kendari Lomba Tarik Tambang Lomba Bola Go...