Kamis, 08 Januari 2026
Senin, 22 Desember 2025
Cerita Refleksi Pembelajaran IPA Terbaik - Zahro Nur Aisyah - Menyaring Air dari Botol Plastik Bekas
Pagi itu, pada pukul 07.00, udara masih terasa sejuk di lingkungan sekolah. Bel tanda dimulainya pelajaran pertama telah berbunyi, dan suasana di luar kelas VIII.I sedikit berbeda dari biasanya. Kami, enam siswa yang tergabung dalam satu kelompok, telah berkumpul di depan kelas, bersiap untuk melaksanakan praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelompok kami terdiri dari saya sendiri, Nurma, Wulan, Bintang, Dzaky, dan Nazwan. Kegiatan diawali dengan game. Mengisi TTS dari penutup botol. Keseruan sangat terasa ketika berkompetisi antar kelompok.
Guru IPA kami, Pak Suhardin, dengan senyumnya yang khas, sudah berada di tengah-tengah kami. Beliau adalah guru yang selalu mendorong kami untuk belajar melalui praktik langsung. Praktikum kami hari ini adalah tentang Penyaringan Air Sederhana. Persiapan untuk praktikum ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Sesuai instruksi Pak Suhardin, setiap anggota kelompok wajib membawa satu botol plastik bekas air mineral berukuran sedang (spesifiknya, botol Le Mineral) yang sama).
Selain itu, kami juga bertugas mengumpulkan satu genggam pasir dan satu genggam kerikil. Kami telah mencuci material ini hingga benar-benar bersih dan mengeringkannya di bawah terik matahari, memastikan semuanya steril dan siap pakai. Di atas meja yang kami gunakan, semua bahan dan alat sudah tertata rapi.
Apa saja bahannya? Enam botol plastik Le Mineral (masing-masing botol memiliki tutup botol, satu ditutup tanpa lubang dan satu lagi dilubangi kecil). Ada pula kerikil, pasir yang sudah dicuci dan dikeringkan, kapas, air keruh (yang akan kami saring). Bagaimana dengan Alatnya? Kami menyiapkan gunting, mistar, dan buku catatan untuk hasil pengamatan.
Pak Suhardin membuka sesi dengan mengingatkan kami tujuan dari kegiatan ini yakni memahami prinsip dasar pemisahan zat melalui filtrasi dengan memanfaatkan material alami.
"Anak-anak, hari ini kita akan membuat alat penjernih air mini. Perhatikan langkah-langkahnya dengan teliti. Tujuan kita adalah melihat seberapa efektif susunan material ini dapat mengubah air keruh menjadi air yang lebih jernih," Jelas Pak Suhardin.
Kami mulai bekerja. Bintang dan Dzaky bertugas memotong bagian bawah botol plastik dengan hati-hati menggunakan gunting, sementara Wulan dan Nurma memastikan botol lainnya diposisikan terbalik. Tutup botol yang sudah dilubangi kecil dipasang pada botol yang akan dijadikan alat penyaring. Langkah berikutnya adalah menyusun lapisan material di dalam botol yang dibalik. Berdasarkan petunjuk, urutannya harus tepat.
Saya bertugas memasukkan kapas sebagai lapisan paling bawah (menempel pada tutup botol yang berlubang). Kapas berfungsi sebagai media penahan pertama. Setelah itu, Nurma memasukkan lapisan kerikil yang cukup tebal. Di atas kerikil, Wulan menyusul dengan lapisan pasir yang sudah bersih dan kering. Susunan ini diulang hingga hampir memenuhi badan botol, dengan Nazwan memastikan setiap lapisan dipadatkan dengan merata.
Alat penyaring sederhana kami pun siap. Kami menempatkan botol penyaring ini di atas botol lainnya yang berfungsi sebagai penampung air hasil saringan (filtrat). Dzaky bertugas menuangkan air keruh secara perlahan ke dalam alat penyaring buatan kami. Seketika, air keruh mulai meresap melalui lapisan pasir, kerikil, dan kapas. Kami semua menahan napas, mata kami tertuju pada tetesan air yang mulai keluar dari lubang tutup botol.
Air yang menetes ke botol penampung terlihat jauh lebih jernih dari air keruh yang kami tuangkan. Meski belum sepenuhnya bening seperti air minum, perubahan kejernihan airnya sangat signifikan. Nazwan dengan sigap mulai mencatat hasil pengamatan di buku. Kami mendiskusikan perbedaan warna, kekeruhan, dan kecepatan air menetes. Kami menggunakan mistar untuk memperkirakan ketebalan setiap lapisan material yang kami buat.
"Coba bandingkan dengan air yang kalian tuangkan, Nak." Kata Pak Suhardin sambil menunjuk ke kedua botol. "Lapisan material ini memerangkap partikel-partikel padat penyebab keruhnya air. Ini adalah demonstrasi sederhana dari proses filtrasi."
Rasa antusias dan puas terpancar dari wajah kami. Praktikum di pagi hari itu bukan hanya sekadar tugas, tetapi pengalaman nyata yang mengajarkan kami tentang ilmu alam dan pentingnya kerja sama tim. Pukul 08.20, ketika praktikum selesai, kami membereskan alat dan bahan dengan rasa bangga akan hasil karya sederhana kami.
Rabu, 20 November 2024
LAMPU HIAS BUATANKU - CITRA AYU LESTARI
Merancangnya memang penuh tantangan. Membuat desainnya serta rancangan alat dan bahan yang dibutuhkan hal pertama yang dilakukan. Mungkin ini tidak sebagus yang dijual pada pasar atau supermarket. Namun ini barang berharga buatku. Akhirnya saya mampu membuatnya dengan caraku sendiri.
Saat kegelapan, lampu ini manampakkan cahayamya. Tidak pelu terang karena rencanya digunakan pada kamar tidur. Mengapa demikian? Hasil studi pustaka yang dilakukan, ternyata suasana remang atau reduk saat tidur sangat bermanfaat bagi tubuh. Cahaya yang redup ini akan meyebabkan tubuh dapat memproduksi hormon melatonin. Zat yang dibuat tubuh saat tidur. Rupanya kekurangan hormon ini akan menyebabkan munculnya tanda-tanda kecemasan, respon terhadap stress yang buruk, menimbulkan insomnia dan bangun terlalu pagi. Hormon ini juga membantu dalam siklus menstrasi pada wanita dan hilangnya fingsi neuron. Nah, bagaimana? Apakah lampu tidur dikamarmu telah redup?
Selasa, 19 November 2024
Jumat, 15 November 2024
BUDAYA POSTIF - BERETIKA PADA ALAM
Sebenarnya setiap orang bertanggung jawab atas tanamannya sendiri. Perawatan dan pemeliharaannya dilakukan setiap hari. Namun jika berhalangan, kawan lain akan membantu agar tanaman ini tidak mati. Yang paling penting adalah menyiraminya setiap hari sekolah. (Rezky - VIII.7)
Rabu, 13 November 2024
Selasa, 12 November 2024
INQUIRI DALAM 4 LANGKAH STRATEGIS PROYEK SEDERHANA (PERUBAHAN ENERGI)
Menanamkan pemahaman yang lebih jauh dalam proses belajar anak dapat dilakukan melalui kegiatan tindak lanjut. Salah satunya dengan kegiatan proyek sederhana. Memanfaatkan aset sekitar siswa dapat dilakukan untuk mendekatkan pemahaman mereka dengan lingkungan belajar yang dihadapinya. Kerangka Inquiri dengan empat langkah strategis ini dapat dicoba dalam kegiatan belajar mandiri peserta didik.
1. Refleksi Diri
Mendorong peserta didik untuk mengenal diri melalui bakat dan minatnya menjadi penting untuk merancang kegiatan. Memanfaatkan lingkungannya sendiri akan mempermudah dalam menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Aset yang ada menjadi modal dalam berkarya. Salah satu contohnya memanfaatkan bahan limbah plastik atau bahan organik lain sekitar rumah untuk memulai proyeknya. Pilihan tema yang sederhana sesuai kondisi yang ada diutamakan untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah sesuai kondisi yang dimilikinya.
https://vt.tiktok.com/ZSjDTHcfK/
2. Perencanaan atau Perancangan
Bukan hanya waktu yang tepat serta uraian kerja yang dibutuhkan saja. Ide dan gagasan yang ideal menjadi penting dan bermakna. Menguraikannya bisa dalam peta konsep, cerita, gambar, uraian terstruktur atau prototipe sederhana. Masukan berupa saran atau tambahan informasi dari rekan-rekannya akan memperkaya rancangan produk yang akan dibuat.
3. Aksi Nyata atau Implementasi
Setelah semua siap, kegiatan aksi nyata bisa dimulai. Bantuan bimbingan orang terdekat dan ahli dibutuhkan dalam kegiatan ini. Sebagai motivator, seorang guru bisa membuka ruang konsultasi untuk menjebatani masalah yang dihadapi saat berproses.
4. Evaluasi
Penilaiannya menjadi kesepakatan awal sebelum proyek dimulai. Menata aspek keberhasilan produk yang akan diamati. Tentu akan banyak indikator yang bisa dipakai, namun kriterianya boleh disederhanakan untuk memantau proses dan melihat hasil akhirnya. Ini bukan masalah tes pilihan ganda atau esay. Ukuranya bisa dilakukan melalui survei dan daftar cek list pencapaian yang diperoleh. Jika butuh pembenahan hal itu akan menjadi kegiatan tindak lanjut setelah tahap akhir proyek diselesaikan,
Senin, 11 November 2024
MODEL PROYEK PERUBAHAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Jumat, 08 November 2024
INOVASI "KELAS BERCERITA" MELALUI TAMU SAGA
Bukan Pelajaran Bahasa
atau Seni. Ini tentang sains dalam mendorong numerasi dan literasi dilingkungan
sekolah. Ketika rapor pendidikan membutuhkan sentuhan perubahan, kegiatan
pembelajaran pun menjadi alternatif upayanya.
Ketika tamu saga
telah diimplementasikan, selanjutnya adalah tindak lanjut kegiatan belajar. Hal
ini dilakukan melalui proyek kecil. Siswa memacu kreativitas dan bakatnya dalam
ruang kelasnya sendiri. Beberapa produk bisa menjadi pilihan yang menarik. Ada
poster dengan berbagai rupa. Manual maupun digital adalah cara untuk mewujudkan
keinginannya. Acuannya adalah kesepakatan kelas untuk mewujudkan implementasi
kriteria tujuan pembelajaran dalam karya sendiri. Ide itu muncul dalam bentuk
poster bercerita, lukisan dan opini, cerita praktikum maupun poster digital.
Karya mereka menjadi
pajangan. Bukan hanya diruang kelasnya namun bisa jadi ada dikelas lain. Ini
untuk berbagi pengalaman dalam tulisan. Kata pakar inilah nuansa kelas kaya
teks. Ada pula yang memilih berbagi pengalaman dalam kelompok kecil. Bercerita
dengan media poster buatannya. Interaksinya sesuai kesepakatan yang dibangun
sebelumnya. Semua mengambil peran yang sama. Kemandirian yang bertangung jawab
dari kreasi yang dibuat menjadi fokus yang diamati.
Disisi lain pada waktu
berbeda, produk dari aksi nyata yang dibuat diperlihatkan. Peragaannya menarik
perhatian mereka. Salah satunya pembuatan dan atraksi robot hidrolik, dispenser
sederhana, mobil-mobilan balon atau roket air. Tahun ini pilihan proyek
mandirinya adalah roket air. Cerita tentang cara merancang, berbagi tugas,
hambatan yang ditemui, cara menyelesaikan masalah hingga perasaan mereka ketika
malakukannya menjadi kisah unik untuk disimak. Begitulah diferensaisi lingkungan
belajar untuk menemuhi kebutuhan dan minat yang ada.
Cerita itu bukan
terjadi begitu saja. Ada banyak hal yang terjadi sebelumnya. Tamu saga (tabung menara
ukur skala ganda) menjadi inspirasi dalam pembelajaran. Identifikasi dan
Analisa mendominasi dalam kegiatan praktikum. Fasiltas yang disiapkan begitu
beragam. Bahan cetak maupun elektronik menjadi pilihan sesuai kebutuhannya.
Proses diferensiasi dalam belajar juga ada. Hal ini untuk memenuhi
ketercapainya indikator kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran yang telah disepakati.
Problem Basic Learning hanya menjadi jembatan kegiatan tutor sebaya
dalam teknik tanya jawab dan diskusi yang berlangsung. Kegiatan terbimbing
dengan bantuan peragaan dan tanya jawab menjadi opsi lain setelah formatif
berlangsung.
Media dibuat untuk
membantu mereka memahami lebih mendalam materi yang dipelajari. Ada video,
bacaan blog maupun lembaran yang bisa dibaca langsung. Sebuah buku yang
berjudul bermain dan belajar tamu saga bisa tersaji diperpustakaan sekolah.
Inilah upaya kecil untuk membantu semampunya agar mereka mudah memahami keadaan
yang ada. Semua cerita itu selalu memanfaatkan aset yang dimiliki siswa,
lingkungan sekitar maupun gurunya.
Terimaksih anak
didikku. Kalian memang memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar. Marilah
menafsirkan sejenak kata-kata bijak ini. ”Jika Kamu tidak sanggup menahan
lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan” karena
“Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, Ia akan merasakan
hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.” Oleh karena belajar yang merupakan
bagian dari kehidupan. Mestilah belajar itu menjadi dan dalam rangka ibadah
(Imam Syafi”i).
Sabtu, 02 November 2024
EKSPERIMEN SAINS MURALI (MURAH DAN RAMAH LINGKUNGAN)
Buku ini merupakan masuk dalam Top Ten karya guru pada kegiatan Bimbingan Teknis Karya Tulis Angkatan Dua Bagi Guru Se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 13-16 November 2017 di P4TK Bandung - Jawa Barat.
Buku Ini sudah bisa akses pada laman Kemdikbud yakni https://pustaka.kemdikbud.go.id/libdikbud/index.php?p=show_detail&id=41916&keywords=
Nomor registrasi perpustakaan digitalnya adalah 000128408
dengan identifikasi bukunya sebagai berikut :
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LEN 507 SUH
Publisher
Surabaya : CV. Pustaka
Mediaguru., 2017
Collation
viii, 82 p. : ill. ; 21 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024682774
Classification
507
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cet. 1
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Suhardin
Eksperimen Sains Murali
Praktikum di sekolah. terkendala
dengan ruang dan peralatan laboratorium yang ada. Kendala itu menyebabkan
kegiatan eksperimen menjadi terhambat. Kondisi itu menyebabkan pembelajaran
hanya mengandalkan kegiatan demosntrasi. Itupun jika alat yang digunakan
tersedia. Waktu jam belajar yang bersamaan menjadi penyebabnya.
Keterbatasan alat itulah sehingga
perlu adanya solusi pemecahannya. Merancang media sendiri dengan alat sederhana
menjadi pilihan. Alat ini dibuat dengan memanfaatkan bahan baku yang terdapat
di linkungan sekolah atau rumah. Alat itupun akan menjadi lebih murah dan ramah
lingungan (murali). Bahan-bahannya tersebut tidak mudah pecah.
Pemanfaatannya harus
mempertimbangkan tingkat keselamatan. Mengingat ruang kelas digunakan sebagai
sarana praktikum alternatif. Pemanfaatannya menjadi lebih mudah, jika disajikan
prosedur sederhana tentang bagaimana pengopersikan dalam konteks kerja kelompok.
Pertimbangan itu menyebabkan desaian alat harus dibarengi dengan ilustrasi atau
model cara memakainya. Bentuknya dapat berupa video atau gambar yang mudah
dimengerti oleh peserta didik. Menggunakan alat bantu alternatif harus melalui
ujicoba. Kelemahan maupun kelebihan yang ada dapat menjadi pertimbangan untuk
mengembangkannya. Lembar kegiatan peserta didik harus dipersiapkan agar
pembelajaran dapat runtun dan terarah.
Mengajarkan sains melalui
eksperimen dengan alat buatan guru sangat mudah. Rancangan sendiri menjadi
keunggulannya. Seluk beluknya dapat dikuasai, sehingga pembimbingan dapat
dilakukan tahap demi tahap. Praktikum terbimbing akan efektif jika pengaturan tempat
duduk mempertimbangkan mobilisasi guru saat mengajar. Akses guru dari satu
kelompok kekelompok lain tidak hanya memudahkan guru dalam memantau kerja
peserta didik. Interval kelompok dapat pula berfungsi sebagai arah evakuasi.
Eksperimen senantiasa mengarah pada aspek keterampilan. Obeservasi menjadi cara
yang paling mudah dilakukan. Akan tetapi untuk memahami prosedural parktikum,
evaluasi pembelajarannya dapat menggunakan tes keterampilan. Hasil tes belajar
itu dapat menjadi tambahan untuk mengetahui kemampuan aspek keterampilan
peserta didik. Jika diperlukan dan dapat dilakukan penilaian ini dapat pula
dilakukan melalui pengamatan unjuk kerja saat kegiatan pembelajaran
berlangsung. Inilah solusi untuk menjawab permasalahan yang terjadi di sekolah
dalam pembelajaran.
Sumber : https://www.gurusiana.id/read/suhardin/article/eksperimen-sains-murali-2894131
dan https://suhardin.gurusiana.id/article
Kamis, 31 Oktober 2024
KESEPAKATAN KEGIATAN P5 - PAGELARAN SENI BERKEARIFAN LOKAL
Pembahasan topik proyek ini sangat alot. Tiga kali Voting belum bisa menghasilkan kesepakatan kelas. Beberapa kali usul dan sanggah dari kawan-kawanku membuat kesepakatan baru harus dilakukan. Setelah diskusi yang panjang maka guruku mulai mengambil jalan tengah untuk memberikan solusi. Kawan-kawanku yang senang menari tetap bersikukuh untuk menampilkan performen mereka. Sedangkan kawan lain yang tidak bisa menari ingin untuk menyanyi saja.
Itulah suasana kelas saat itu. Mengakomodir keinginan itu disepakati ditampilkan keduanya dengan teknik kolaborasi tampilan. Ada yang menyanyi dan lainnya menari. Masing-masing mulai mengusulkan lagu yang sesuai untuk kedua kegiatan ini.
Kesepakatan ini ditetapkan dengan poin :
- Memilih lagu daerah Tolaki. Lagu riang yang dipilih berjudul "Peia Tawa-Tawa"
- Tarian kreasi Lulo. Kreativitas ditonjolkan untuk memilih gerakan yang sesuai dengan paduan suara nantinya.
- Pagelaran berupa pentas seni kolaboratif. Walaupun latihan tidak bersamaan namun penampilannya sekaligus. Jadi ada yang menyanyi sekaligus yang lainnya menari dalam satu waktu.
- Kostum disesuaikan (dianjurkan kreasi seragam sekolah). Bagi siswa yang menari akan menrancang kostum yang akan dikenakan. Beberapa diantaranya mengusulkan untuk menyewa pakaian adat Tolaki. Bagi siswa yang menyanyi akan mengenakan pakaian sekolah dengan beberapa sentuhan khas kearifan lokal.
MENYANYI
Arjuki, Nazril, Apta, Fakhri, Adil, Azam, Malik, Ronal, Baim, Fahmi, Surya, Carli, Uliana, Qeyliana, Fauziyah, Selfia dan Hafidzah
MENARI
Sinta, Anita, Audelia, Azahra, Adeline, Amelia, Lailah
Jumat, 25 Oktober 2024
O'TINGGO Budaya Lokal dalam Permainan Tradisional di Kendari (P5 di Kelas IX.4)
Permainan ini jika amati tidak asing. Diwilayah Indonesia namanya sangat beragam. Bagaimana permainan rakyat ini tersebat dengan sebutan yang berebda? Belum diketahui secara pasti. Permainan ini biasa disebut engrang secara umum. Ungkapan itu di Jawa Timur diartikan sebagai Jangkuan atau burung yang memiliki tungkai yang panjang. Namun beberapa sumber literatur yang dibaca, kata engrang berasal dari Bahasa Lampung yang bermakna terompa pancung karena terbuat dari bambu panjang berbentuk bulat.
Masyarakat Kendari sebagian mengenal permainan ini dengan sebutan O'Tinggo. Bahannya dapat berupa bambu atau kayu yang dibuat dengan pjakan pada bagian bawahnya.
- Meningkatkan Keterampilan Motorik ( muh Ibrahim )
- Melatih Kreativitas dan Imajinasi ( fakhry D.)
- Mengembangkan Kemampuan Sosial (malik)
- Melestarikan Budaya Lokal (audelia)
- O'tinggo penting untuk dilestarikan karena memiliki nilai budaya, spiritual, dan sosial bagi masyarakat yang mewarisinya.( muh Ibrahim)
- O'tinggo penting untuk di lestarikan karena Sebagai bagian dari tradisi lokal, O'tinggo mungkin mengandung pengetahuan, kearifan lokal, dan warisan leluhur yang berharga ( fakhry D)
- O'tinggo penting untuk dilestarikan karena Melestarikannya dapat membantu generasi muda memahami dan menghargai identitas budaya mereka, menjaga keberagaman budaya, dan mencegah hilangnya tradisi yang khas. (malik)
- O'tinggo penting untuk di lestarikan karena pelestarian O'tinggo bisa menjadi daya tarik wisata budaya yang membantu meningkatkan ekonomi lokal serta menjaga hubungan sosial di dalam masyarakat melalui kegiatan kebersamaan. (audelia)
- Baim (ketua) : cari kayu
- fakhry : cari kayu, mempersiapkan alat(gergaji, paku , dan palu)
- audelia : bantu gergaji dan palu. mengedit di canva
- malik : memperbaiki O tinggo di kelas yg belum kelar
- Posting konten yang menarik dan konsisten, seperti foto atau video menarik tentang O'Tinggo, cerita di balik produk, dan interaksi dengan teman (muh Ibrahim)
- Sosialisasi di Sekolah-sekolah: Ajak sekolah-sekolah untuk memperkenalkan Enggrang sebagai bagian dari permainan tradisional Indonesia. Ini bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler atau lomba permainan tradisional.(fakhry D. )
- Kampanye Buat tantangan di media sosial dengan hashtag Ajak pengguna untuk merekam diri mereka bermain Enggrang dan membagikannya, yang akan menarik perhatian publik dan meningkatkan keterlibatan (malik)
- 𝐌anfaat kesehatan bermain o Tinggo dapat membantu anak anak mengembangkan keterampilan motorik mereka, meningkatkan koordinasi antar otot-otot mereka, dan menguatkan otot-otot inti yang penting untuk keseimbangan tubuh yang baik. (𝐍𝐮𝐫 𝐀𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚)
- 𝐌anfaat budaya O Tinggo permainan O Tinggo merupakan warisan budaya zaman dahulu yang perlu di jaga dan di lestarikan. 𝐊enapa di lestarikan? karena O Tinggo merupakan warisan budaya nenek moyang. (𝐀𝐦𝐞𝐥𝐢𝐚 𝐏.)
- Melatih motorik kasar, meningkatkan kekuatan otot, mengajarkan nilai-nilai tradisional, meningkatkan interaksi sosial, menumbuhkan minat terhadap permainan tradisional. (𝐍𝐚𝐳𝐫𝐮𝐥 𝐈𝐥𝐡𝐚𝐦)
- 𝐎 Tinggo tidak hanya sekedar permainan fisik yang menghibur, tetapi juga merupakan penjaga dan pewaris nilai-nilai budaya yang kaya yang membawa bersama sejumlah nilai luhur yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia. (𝐍𝐮𝐫 𝐀𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚)
- 𝐊arena pelestarian sekaligus reaktualisasi O Tinggo mempunyai banyak manfaat bagi anak-anak di tengah kecenderungan terhadap penggunaan media sosial dan gadget yang semakin menjadi jadi, kehadiran O Tinggo di harapkan menjadi fase yang dapat menurunkan minat anak anak terhadap permainan modern. 𝐒ehingga secara tidak langsung O Tinggo dapat mengurangi kecerendungan anak anak dalam menggunakan gadget. (𝐀𝐦𝐞𝐥𝐢𝐚 𝐏.)
- 𝐌elestarikan permainan tradisional berarti melestarikan identitas dan akar budaya bangsa yang telah ada sejak zaman dahulu kala dengan menjaga dan melestarikan permainan tradisional, generasi muda dapat tetap terhubung dengan identitas budaya mereka dan menjadi bagian dari warisan budaya yang berharga. (𝐍𝐚𝐳𝐫𝐢𝐥 𝐈𝐥𝐡𝐚𝐦)
- (𝐇𝐚𝐟𝐢𝐝𝐳𝐚𝐡 𝐑. 𝐁. 𝐀𝐳𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚) - Gergaji, Memalu, Mengedit, Menyiapkan alat-alat.
- ( 𝐍𝐮𝐫 𝐀𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚)- Mencabut paku yang tertancap di kayu-kayu, dan Mendokumentasi.
- (𝐀𝐦𝐞𝐥𝐢𝐚 𝐏. ) - Mencabut paku dan Memprint.
- (𝐍𝐚𝐳𝐫𝐢𝐥 𝐈𝐥𝐡𝐚𝐦)- Mencari kayu dan balok
- (𝐈𝐭𝐢𝐳'𝐒𝐲𝐚𝐦 𝐀𝐤𝐫𝐚𝐦) - Mencari kayu dan memasang kayu, menggergaji, memalu.
- 𝐌emberi tahu tentang permainan O Tinggo dan cara cara bermain O Tinggo tersebut. (𝐇𝐚𝐟𝐢𝐝𝐳𝐚𝐡 𝐑. 𝐁. 𝐀𝐳𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚)
- 𝐁ermain O Tinggo di tengah lapangan untuk pertandingan antar kelas. (𝐍𝐮𝐫 𝐀𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚 𝐑.)
- 𝐌embuat video cara bermain O Tinggo dan posting di media sosial. (𝐀𝐦𝐞𝐥𝐢𝐚 𝐏.)
- 𝐌emamerkan hasil membuat O Tinggo di sekolah atau di tempat umum. (𝐍𝐚𝐳𝐫𝐢𝐥 𝐈𝐥𝐡𝐚𝐦)
- Dalam bidang kebudayaan : melestarikan permainan tradisional (Yustisia fahmi z )
- Dalam bidang kebugaran : meningkatkan kekuatan otot tungkai, kaki, lengan dan tangan, sehingga dapat melatih keseimbangan serta kelenturan tubuh (Lailah destira)
- Dalam bidang teknik : meningkatkan keseimbangan, sehingga pemain harus mempertahankan keseimbangan tubuh (Muh. riski apta)
- Karena merupakan salah satu ciri khas permainan anak-anak Indonesia dan bagian dari warisan budaya bangsa (Anita syahputri)
- Permainan o'tinggo juga tidak hanya menghibur tetapi juga melatih keterampilan motorik dan keberanian (Lailah destira)
- Selain itu permainan o'tinggo juga sering dimainkan dalam bentuk kompetisi. Dengan demikian, anak-anak belajar untuk menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap yang baik (Muh. adil)
- * Anita syahputri (mencari kayu dan balok)
- * Lailah destira (membawa kayu dan balok)
- * Muh. riski apata (membawa gergaji)
- * Yustisia fahmi z (membawa palu palu dan paku)
- * Qhairu siti Khadija (mengedit dan memprint)
- * Muh. adil (tidak datang dan tidak membantu)
- •Lailah destira - (Dengan cara membuat video untuk memperkenalkan o'tinggo dibudaya luar)
- •Yustisia Fahmi - ( Membuat poster tentang o'tinggo dan membagikan di ig, tiktok, Facebook, atau media sosial lainnya )
- •Anita syahputri - ( Dan mengajak mereka bermain o'tinggo agar mereka bisa mengetahui cara bermain o'tinggo dengan menjaga keseimbangan tubuh
Senin, 21 Oktober 2024
PRAKTIK GETARAN PADA BANDUL
Bandul merupakan alat sederhana dalam praktik getaran. Kita hanya membutuhkan tali atau benang kasur, mistar dan handphone atau timer. Bagaimana melakukannya? Ayo simak video berikut!
FOTO PILIHAN MINGGU INI
Kiriman Foto dari Kelas IX.1
Kamis, 17 Oktober 2024
-
Laporan Proyek Bioteknologi oleh Waode Claudia Produknya : Roti pawa yang disetor pada 5 Agustus 2024 Proses pilihannya : Vidi0 pembuatan y...
-
Berikut beberapa contoh pilihan untuk laporan prosedur pembuatan produk bioteknologi pada mata pelajaran IPA kelas IX. Siswa dapat memilih s...
-
Proyek 1 AYO RANCANG PRODUK MAKANAN KESUKAANMU! Memasuki materi bioteknologi kita akan mengeksplorasi kemampuan daya pikir, kr...








.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)









.jpeg)



.jpeg)





.jpeg)
.jpeg)













