Senin, 16 Februari 2026

Syafira dan Rafa Resmi Nahkodai OSIS SMPN 17 Kendari

Bumi Seventeen – Aroma semangat menyelimuti lapangan upacara SMPN 17 Kendari pada Jumat pagi, 13 Februari 2026. Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, sebuah babak baru bagi organisasi siswa resmi dimulai.

Setelah melalui proses pemilihan yang sengit seminggu sebelumnya, pasangan Syafira Dwi Oktaviani (8.5) dan Muhammad Rafa Oktoperdana (8.7) akhirnya mengukuhkan kemenangan mereka. Keduanya resmi dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 17 Kendari masa bakti 2026/2027.

Acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Suhaidin, S.Pd., M.Pd., dalam sebuah upacara kebesaran yang dihadiri oleh seluruh staf, dewan guru, serta ratusan siswa yang menyaksikan dengan khidmat.

Momen sakral terjadi saat pengucapan sumpah jabatan. Syafira, Rafa, beserta seluruh jajaran pengurus baru berikrar untuk mendedikasikan diri bagi sekolah. Prosesi simbolis pun berlanjut ketika Revan, Ketua OSIS periode sebelumnya, menyerahkan bendera OSIS kepada Kepala Sekolah, yang kemudian diteruskan kepada Syafira.

"Penyerahan bendera ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol estafet tanggung jawab besar untuk membawa nama baik SMPN 17 Kendari lebih tinggi lagi," ujar salah satu guru pembina di sela upacara.

Dalam amanatnya, Bapak Suhaidin mengungkapkan rasa bangga atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Beliau menitipkan dua pesan penting bagi Syafira dan timnya:

  1. Realisasi Visi-Misi: Janji-janji kampanye bukan sekadar hiasan kata, melainkan harus diwujudkan dalam program kerja nyata.

  2. Penggerak Sekolah Lingkungan: Sebagai sekolah yang peduli lingkungan, pengurus OSIS wajib menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan budaya hijau dan kebersihan di lingkungan sekolah.

Tim buletin Seventeen sempat menemui Revan (IX.2) sesaat setelah upacara usai. Meski telah purnabakti, tersirat raut lega dan harapan besar di wajahnya.

"Saya berharap teman-teman pengurus yang baru bisa bekerja lebih solid. Teruskan program yang sudah baik dan jangan takut untuk berinovasi mengembangkan program-program baru yang lebih kreatif," ungkap Revan dengan penuh keyakinan.

Upacara pelantikan yang penuh haru dan optimisme ini ditutup dengan pembacaan doa bersama, memohon kelancaran bagi kepengurusan OSIS setahun ke depan.


Oleh: Umar Redaksi Buletin Seventeen


Rabu, 04 Februari 2026

Suara Demokrasi di Lapangan Hijau: SMPN 17 Kendari Memilih Pemimpin Baru

 

KENDARI – Matahari pagi baru saja meninggi, namun semangat demokrasi sudah membara di lapangan SMPN 17 Kendari. Hari ini, Kamis (5/2/2026), sekolah kita menggelar pesta demokrasi akbar: Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027. Dimulai tepat pukul 07.30 WITA, seluruh warga sekolah berkumpul untuk menentukan arah kepemimpinan satu tahun ke depan.

Menjunjung Tinggi Asas LUBER

Pemilihan tahun ini bukan sekadar rutinitas. Dengan prinsip Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (LUBER), panitia menyediakan tiga bilik suara yang menjadi saksi bisu penentuan nasib organisasi kesiswaan kita. Proses pemungutan suara diatur dengan tertib per kelas, diawali oleh teladan dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan jajaran dewan guru, sebelum akhirnya diteruskan oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9.

Tiga Pasang Harapan

Tiga pasangan calon terbaik bangsa (versi Spensel!) telah memberikan orasi dan dedikasi terbaik mereka selama masa kampanye. Siapakah yang akan meneruskan tongkat estafet dari Revan dan Syahrini? Inilah para kandidat kita:

  • Pasangan Nomor Urut 1: Muh. Rafa Octo Perdana & Safira

  • Pasangan Nomor Urut 2: Nisa Wulandari & Evelyn A.K

  • Pasangan Nomor Urut 3: Khalifah & Asyifah

Siapa pun yang terpilih nanti, tugas besar telah menanti untuk membawa OSIS SMPN 17 Kendari semakin bersinar hingga tahun 2027 mendatang.

Dibalik Layar: Tim Redaksi Seventeen Meliput

Kami, Tim Redaksi Buletin Seventeen, juga tak kalah sibuk! Sejak bel masuk berbunyi, kru kami telah menyebar di setiap sudut lapangan. Mulai dari sesi wawancara cegat (doorstop) dengan para calon yang tampak tegang namun optimis, hingga memotret momen-momen ikonik saat tinta biru membasahi jari para pemilih.

"Ini adalah pembelajaran demokrasi yang nyata bagi kami. Bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita menghargai perbedaan pilihan dalam satu harmoni," ujar salah satu anggota tim liputan kami di sela-sela kegiatannya.


Catatan Redaksi: Siapapun pemenangnya, OSIS adalah milik kita bersama. Mari dukung visi misi mereka demi SMPN 17 Kendari yang lebih berprestasi!

Oleh: Tim Redaksi Buletin Seventeen

Minggu, 25 Januari 2026

PERUBAHAN TATA PELAKSANAAN UPACARA HARI SENIN



 

PERINGATAN ISRA MIRAJ NABI MUHAMMMAD SAW DI BUMI SEVENTEEN 2026

 


Gema Isra Miraj di SMPN 17 Kendari: Menjemput Cahaya Salat untuk Generasi Cemerlang

KENDARI – Halaman SMPN 17 Kendari tampak berbeda pada Jumat pagi (23/01/2026). Ratusan siswa berseragam rapi duduk bersimpuh dalam kekhusyukan, mengawali hari dengan lantunan doa dalam salat Duha berjamaah. Momen religius ini merupakan pembuka dari peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar rutin setiap tahunnya.

Kepala SMPN 17 Kendari, Bapak Suhaidin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial kalender hijriah.

"Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk membentuk karakter siswa. Kegiatan rutin seperti ini sangat penting dilakukan secara berkesinambungan demi meningkatkan akhlak dan budi pekerti siswa. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi cemerlang di masa mendatang yang tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga matang secara spiritual," ujar beliau dengan optimis.

Kajian Mendalam: Salat sebagai "Miraj" Mukmin

Puncak acara diisi dengan uraian hikmah yang sangat menyentuh dari Ustaz Sukri Syamsudin. Beliau menekankan bahwa inti dari peristiwa Isra Miraj adalah perintah salat lima waktu.

Ustaz Sukri membedah secara mendalam mengapa salat menjadi kebutuhan vital, bukan sekadar kewajiban:

  1. Dimensi Duniawi (Disiplin dan Ketenangan): Beliau menjelaskan bahwa salat adalah latihan manajemen waktu terbaik. Siswa yang menjaga salatnya cenderung memiliki kedisiplinan tinggi. Selain itu, salat merupakan sarana "istirahat" sejenak dari hiruk-pukuk duniawi, memberikan ketenangan batin yang berpengaruh positif pada konsentrasi belajar.

  2. Dimensi Ukhrawi (Bekal Abadi): Salat disebut sebagai amalan pertama yang akan dihisab. Ustaz Sukri mengingatkan bahwa keberhasilan di akhirat sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga hubungan dengan Sang Pencipta melalui sujud lima kali sehari.

  3. Implementasi Akhlak: Salat yang benar, menurut Ustaz Sukri, harus terpermin dalam perilaku sehari-hari. Jika salatnya baik, maka tutur kata dan sikap siswa kepada guru serta orang tua pun akan ikut membaik (mencegah perbuatan keji dan mungkar).

Menanam Benih Kebaikan

Suasana pagi yang sejuk menambah kekhidmatan para siswa dalam menyerap setiap pesan yang disampaikan. Dengan adanya peringatan ini, Buletin Seventeen berharap semangat Isra Miraj terus mengalir dalam setiap langkah siswa SMPN 17 Kendari, menjadikan salat sebagai tiang utama dalam meraih cita-cita.


Redaksi: Tim Buletin Seventeen

Senin, 22 Desember 2025

Cerita Refleksi Pembelajaran IPA Terbaik - Zahro Nur Aisyah - Menyaring Air dari Botol Plastik Bekas

 


Pagi itu, pada pukul 07.00, udara masih terasa sejuk di lingkungan sekolah. Bel tanda dimulainya pelajaran pertama telah berbunyi, dan suasana di luar kelas VIII.I sedikit berbeda dari biasanya. Kami, enam siswa yang tergabung dalam satu kelompok, telah berkumpul di depan kelas, bersiap untuk melaksanakan praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelompok kami terdiri dari saya sendiri, Nurma, Wulan, Bintang, Dzaky, dan Nazwan. Kegiatan diawali dengan game. Mengisi TTS dari penutup botol. Keseruan sangat terasa ketika berkompetisi antar kelompok.

Guru IPA kami, Pak Suhardin, dengan senyumnya yang khas, sudah berada di tengah-tengah kami. Beliau adalah guru yang selalu mendorong kami untuk belajar melalui praktik langsung. Praktikum kami hari ini adalah tentang Penyaringan Air Sederhana. Persiapan untuk praktikum ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Sesuai instruksi Pak Suhardin, setiap anggota kelompok wajib membawa satu botol plastik bekas air mineral berukuran sedang (spesifiknya, botol Le Mineral) yang sama). 

Selain itu, kami juga bertugas mengumpulkan satu genggam pasir dan satu genggam kerikil. Kami telah mencuci material ini hingga benar-benar bersih dan mengeringkannya di bawah terik matahari, memastikan semuanya steril dan siap pakai. Di atas meja yang kami gunakan, semua bahan dan alat sudah tertata rapi.

Apa saja bahannya? Enam botol plastik Le Mineral (masing-masing botol memiliki tutup botol, satu ditutup tanpa lubang dan satu lagi dilubangi kecil). Ada pula kerikil, pasir yang sudah dicuci dan dikeringkan, kapas, air keruh (yang akan kami saring). Bagaimana dengan Alatnya? Kami menyiapkan gunting, mistar, dan buku catatan untuk hasil pengamatan.

Pak Suhardin membuka sesi dengan mengingatkan kami tujuan dari kegiatan ini yakni memahami prinsip dasar pemisahan zat melalui filtrasi dengan memanfaatkan material alami.

"Anak-anak, hari ini kita akan membuat alat penjernih air mini. Perhatikan langkah-langkahnya dengan teliti. Tujuan kita adalah melihat seberapa efektif susunan material ini dapat mengubah air keruh menjadi air yang lebih jernih," Jelas Pak Suhardin.

Kami mulai bekerja. Bintang dan Dzaky bertugas memotong bagian bawah botol plastik dengan hati-hati menggunakan gunting, sementara Wulan dan Nurma memastikan botol lainnya diposisikan terbalik. Tutup botol yang sudah dilubangi kecil dipasang pada botol yang akan dijadikan alat penyaring. Langkah berikutnya adalah menyusun lapisan material di dalam botol yang dibalik. Berdasarkan petunjuk, urutannya harus tepat.

 Saya bertugas memasukkan kapas sebagai lapisan paling bawah (menempel pada tutup botol yang berlubang). Kapas berfungsi sebagai media penahan pertama.  Setelah itu, Nurma memasukkan lapisan kerikil yang cukup tebal. Di atas kerikil, Wulan menyusul dengan lapisan pasir yang sudah bersih dan kering. Susunan ini diulang hingga hampir memenuhi badan botol, dengan Nazwan memastikan setiap lapisan dipadatkan dengan merata.

Alat penyaring sederhana kami pun siap. Kami menempatkan botol penyaring ini di atas botol lainnya yang berfungsi sebagai penampung air hasil saringan (filtrat). Dzaky bertugas menuangkan air keruh secara perlahan ke dalam alat penyaring buatan kami. Seketika, air keruh mulai meresap melalui lapisan pasir, kerikil, dan kapas. Kami semua menahan napas, mata kami tertuju pada tetesan air yang mulai keluar dari lubang tutup botol.

Air yang menetes ke botol penampung terlihat jauh lebih jernih dari air keruh yang kami tuangkan. Meski belum sepenuhnya bening seperti air minum, perubahan kejernihan airnya sangat signifikan. Nazwan dengan sigap mulai mencatat hasil pengamatan di buku. Kami mendiskusikan perbedaan warna, kekeruhan, dan kecepatan air menetes. Kami menggunakan mistar untuk memperkirakan ketebalan setiap lapisan material yang kami buat.

"Coba bandingkan dengan air yang kalian tuangkan, Nak." Kata Pak Suhardin sambil menunjuk ke kedua botol.  "Lapisan material ini memerangkap partikel-partikel padat penyebab keruhnya air. Ini adalah demonstrasi sederhana dari proses filtrasi."

Rasa antusias dan puas terpancar dari wajah kami. Praktikum di pagi hari itu bukan hanya sekadar tugas, tetapi pengalaman nyata yang mengajarkan kami tentang ilmu alam dan pentingnya kerja sama tim. Pukul 08.20, ketika praktikum selesai, kami membereskan alat dan bahan dengan rasa bangga akan hasil karya sederhana kami.

Jumat, 05 Desember 2025

Maulana Juara Poster

 


Pada hari Kamis 4 Desember 2025, saya mendapat kesempatan untuk mewakili sekolah dalam kegiatan lomba poster digital di Balai Kota Kendari. Awalnya saya sempat mengira acara tersebut adalah pengumuman pemenang, tetapi ternyata itu adalah rangkaian kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi yang diikuti oleh banyak pelajar dari berbagai sekolah.

Saat tiba di Balai Kota, suasana acara sangat meriah. Setelah registrasi peserta, kami diarahkan masuk ke aula utama. Di sana acara dibuka dengan sambutan dari para pejabat pemerintah. Setelah itu, ada penampilan drama dan nyanyian bertema anti korupsi yang dibawakan oleh beberapa sekolah. Drama itu menggambarkan bagaimana korupsi dapat merusak masa depan bangsa, sedangkan nyanyiannya mengajak semua orang untuk menjaga kejujuran.

Saya merasa bangga karena poster saya yang berjudul “Ayo Lawan Korupsi, Selamatkan Masa Depan Bangsa” dipajang bersama karya peserta lainnya. Posternya menggunakan warna merah putih dan berisi ajakan untuk menghentikan korupsi. Saya menggambarkan siswa-siswa yang membawa pesan kejujuran, tangan terborgol sebagai simbol hukuman bagi pelaku korupsi, serta tulisan “Berani Jujur Itu Hebat” agar mudah menginspirasi orang yang melihat.

Walaupun suasananya sempat membuat saya gugup, saya tetap berusaha percaya diri. Di akhir acara, panitia akhirnya mengumumkan pemenang lomba poster digital. Alhamdulillah, saya berhasil meraih Juara Harapan 3. Saya sangat bersyukur dan bangga karena usaha saya membuat poster selama ini tidak sia-sia.

Mengikuti lomba ini membuat saya belajar bahwa menjaga kejujuran itu penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan negara. Pengalaman ini akan selalu saya ingat sebagai motivasi agar saya terus berkarya dan berprestasi.

Rabu, 03 Desember 2025

JUARA SENAM TA BOLA BALE


 

PIALA PERTAMA SMPN 17 KENDARI


Mengubah Julukan "Sekolah Ubi" Menjadi "Sekolah Prestasi" di SMPN 17 Kendari

Kisah ini dimulai dari sebuah mimpi besar di tengah hamparan tanaman ubi dan padang ilalang yang luas. Tahun 2006, SMPN 17 Kendari atau yang akrab disapa "Seventeen" baru berusia seumur jagung. Walaupun baru didirikan tahun 2004 namun sudah harus berhadapan dengan julukan yang menyakitkan. "Sekolah Ubi" atau "Sekolah Pinggiran." Julukan-julukan negatif itu, yang lahir dari lokasi sekolah yang jauh dari jalur kermaian kota. Terasa seperti beban yang harus dipikul oleh setiap siswa dan guru.

Dibalik label tersebut, tersembunyi semangat membara. Siswa-siswi Seventeen memiliki keinginan yang sangat besar untuk membuktikan diri. Mereka melihat kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbudristek) pada tahun 2006. Kegiatan yang bertajuk Keunggulan Pembelajaran, sebagai sebuah panggung untuk menampilkan upaya terbaik. Ini kesempatan untuk memutus stigma yang melekat.

Bagaimana peran saya?  Saat itu sebagai guru yang mendampingi mereka, dimulai.

Peran saya sangat padat. Menjabat Wakil Kepala Sekolah, Wali Kelas, Pembina OSIS, sekaligus Pembina Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Jadwal yang begitu mencekik membuat waktu pembimbingan karya tulis ilmiah (KTI) siswa menjadi tantangan terbesar. Proses penelitian, penyusunan, hingga latihan presentasi harus diambil di luar jam pelajaran resmi.

Seringkali, pembimbingan berlangsung saat hari sudah makin gelap, ketika tenaga sudah hampir terkuras setelah seharian mengurus berbagai tugas sekolah. Saya ingat betul, semangat mereka adalah bahan bakar yang jauh lebih kuat dari rasa lelah. Melihat mata mereka yang penuh harapan dan keinginan kuat untuk mengubah nasib sekolah. Membuat saya rela meluangkan waktu dan sisa energi yang ada.

Kami membahas hipotesis, menganalisis data, menyusun kalimat demi kalimat, dan berlatih presentasi berulang kali. Mereka tidak hanya belajar tentang metode penelitian. Para siswa itu juga belajar tentang ketekunan, kepercayaan diri, dan kerja keras yang tulus.

Akhirnya, doa-doa itu membuahkan hasil.

Pada kompetisi Keunggulan Pembelajaran tahun 2006, tim KIR Seventeen berhasil meraih piala pertama untuk SMPN 17 Kendari sejak sekolah itu didirikan. Momen itu adalah ledakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Piala itu bukan hanya sekadar trofi. Itu adalah simbol perubahan, bukti nyata bahwa julukan "Sekolah Ubi" telah mulai berganti menjadi "Sekolah Prestasi."

Prestasi perdana ini menjadi titik balik dan semangat baru yang menular ke generasi siswa berikutnya. Setelah piala pertama itu, bendera prestasi Seventeen terus berkibar. Bukan hanya puluhan piala yang berhasil diraih di tingkat provinsi, tetapi karya tulis ilmiah siswa mampu menggapai dua kali meraih medali emas di tingkat nasional. Bahkan, di bidang jurnalistik, mimpi mereka juga terwujud dengan meraih prestasi di Kota Yogyakarta. Kisah inilah yang kemudian menjadi jembatan berdirinya Buletin Digital Seventeen, meskipun kini timbul tenggelam dalam kiprahnya di "Bumi Rindang Seventeen."

Kini, setelah dua puluh satu tahun berkiprah (2004-2025), kisah piala perdana tahun 2006 ini tetap menjadi cerita inspirasi yang abadi. Ia mengajarkan bahwa lokasi fisik tidak menentukan potensi.  Bahwa dengan keinginan yang kuat dari siswa, didukung oleh pengorbanan dan dedikasi guru mimpi akan dapat menjadi nyata. Meskipun dalam keterbatasan waktu. Label negatif apa pun dapat diubah menjadi sebuah sejarah kebanggaan.

Sabtu, 23 November 2024

EDUKASI JURNALISTIK DARI NARASUMBER HANDAL

Suasana apel pagi ini (21/11) diwarnai dengan permainan seru. Kedatangan tamu dari Kendari Pos dan Telkomsel ini untuk sebuah kegiatan bertajuk Road To School. Lapangan upacara sekolah bagai ajang pencarian bakat. Berbagai hiburan dalam permainan bertabur hadiah menarik. Mereka merangkai tema berkarya dengan inovasi dan kreativitas digital.



Setelah Kepala Sekolah memberi sambutan, Wakil Direktur Kendari Pos memberikan pencerahan pada kami semua tentang pentingnya sebuah berita dan memotvasi untuk mau berkarya dalam menulis dan fotografer. Era digital akan membuat hidup lebih mudah jika dimanfaatkan dengan hal yang positif ungkap Pak Awal Najamudin. Beliau juga memberikan cendramata pada Ketua Osis setelah mendapatkan tantangan berliterasi. Games itu berlajut ketiaka Kak Sandra mengambil alih pengeras suara. Staff Mobile Consumer Opreations Terittory - Temkomsel Kendari memanggil siswa untuk melatih daya tanggapnya dalam menelaah kata dengan cepat. Semuanya terhibur. Bukan hanya tawa dan canda namun banyak hadiah yang berlimpah pada siswa.

Melihat suasana pagi itu, sebagian besar yang mengambil peran adalah Komunitas Menulis Seventeen. Kawan-kawanku ini menjadi kontribusi berita bagi buletin seventeen. Mereka akhirnya berkesempatan mengungkapkan keinginannya untuk belajar bersama Kendari Pos dalam hal jurnalistik.





Rabu, 20 November 2024

LAMPU HIAS BUATANKU - CITRA AYU LESTARI

Merancangnya memang penuh tantangan. Membuat desainnya serta rancangan alat dan bahan yang dibutuhkan hal pertama yang dilakukan. Mungkin ini tidak sebagus yang dijual pada pasar atau supermarket. Namun ini barang berharga buatku. Akhirnya saya mampu membuatnya dengan caraku sendiri.

Citra Ayu Lestari

Saat kegelapan, lampu ini manampakkan cahayamya. Tidak pelu terang karena rencanya digunakan pada kamar tidur. Mengapa demikian? Hasil studi pustaka yang dilakukan, ternyata suasana remang atau reduk saat tidur sangat bermanfaat bagi tubuh. Cahaya yang redup ini akan meyebabkan tubuh dapat memproduksi  hormon melatonin. Zat yang dibuat tubuh saat tidur. Rupanya kekurangan hormon ini akan menyebabkan munculnya tanda-tanda kecemasan, respon terhadap stress yang buruk, menimbulkan insomnia dan bangun terlalu pagi. Hormon ini juga membantu dalam siklus menstrasi pada wanita dan hilangnya fingsi neuron. Nah, bagaimana? Apakah lampu tidur dikamarmu telah redup? 

Jumat, 15 November 2024

FOTO PILIHAN MINGGU KE-2 NOVEMBER 2024

 

Usai pembenahan bangku dan meja kami rehat sejenak. Melepas lelah dibawah rimbunya pohon ketapang depan Mushollah Sekolah. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan memasuki gedung baru setelah direhab selama satu semester. Saya dan kawan-kawan mulai membersihakan dan memilah bangku dan kursi agar layak digunakan. Senang rasanya bisa menggunakan gedung baru. Suasananya tentu akan berbeda dengan sebelumnya. Ruang laboratorium IPA yang kami gunakan saat ini memang luas namun banyak perabot lain yang ada sehingga perlu kehati-hatian, 


Harapannya semoga dibulan mendatang gedung baru telah selesai dikerjakan atau dipugar. Semoga pula semangat belajar kami akan bertambah. (Uci)

BUDAYA POSTIF - BERETIKA PADA ALAM

Salah satu kewajiban di pagi hari adalah merawat tanaman. Kebiasaan ini berlaku untuk semua siswa di kelas VIII.7. Saya bersama rekan kelompok selalu bergantian untuk menyirami tanaman sebelum apel pagi dimulai. Ini menjadi kesepakatan dalam menjaga tanaman hasil kegiatan P5 tentang tanaman holtikultura.

Sebenarnya setiap orang bertanggung jawab atas tanamannya sendiri. Perawatan dan pemeliharaannya dilakukan setiap hari. Namun jika berhalangan, kawan lain akan membantu agar tanaman ini tidak mati. Yang paling penting adalah menyiraminya setiap hari sekolah. (Rezky - VIII.7)



Malyqa Janiqa Aurora - Raner Up dan Juara Best Talenta Model Duta Tenun dan Songket 2024


Ketika lomba di Tingkat Provinsi untuk seleksi nasional

Saya bernama Malyqa Aurora Janiqa yang belajar di kelas VIII.4. Tahun ini saya mengikuti Indonesia Model Duta Tenun dan Songket 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta pada 8-10 November 2024. Tepatnya di RRI Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut kegiatan sebelumnya yang bertajuk agensi modeling. Bukan hanya dalam kontingen Sultra, ada  Kak Rayan sebagai Coach, Kak Fardan, Ayu, Zila, Khaira, Mattew, Fika dan Shaquena.

Aurora, ketiga dari kiri ketika berpose bersama para menenang lain

Kegiatannya diikuti oleh banyak provinsi di Indonesia. Alhamdulillah, saya meraih Juara Raner Up II dan Juara Best Talenta Kategori C. Dimana, kategori ini merupakan aspek usia remaja. Sesuai uraian panitia kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan kepercayaan diri.

Dua hari kegiatan diisi dengan karantina dan kelas acting lalu uji catwalk. Juara pertama event ini diraih oleh daerah Medan. Busana yang saya gunakan terbuat dari kain tenun yang berwarna paduan antara ungu dan pink.

Selasa, 12 November 2024

INQUIRI DALAM 4 LANGKAH STRATEGIS PROYEK SEDERHANA (PERUBAHAN ENERGI)

Menanamkan pemahaman yang lebih jauh dalam proses belajar anak dapat dilakukan melalui kegiatan tindak lanjut. Salah satunya dengan kegiatan proyek sederhana. Memanfaatkan aset sekitar siswa dapat dilakukan untuk mendekatkan pemahaman mereka dengan lingkungan belajar yang dihadapinya. Kerangka Inquiri dengan empat langkah strategis ini dapat dicoba dalam kegiatan belajar mandiri peserta didik.

1. Refleksi Diri

Mendorong peserta didik untuk mengenal diri melalui bakat dan minatnya menjadi penting untuk merancang kegiatan. Memanfaatkan lingkungannya sendiri akan mempermudah dalam menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Aset yang ada menjadi modal dalam berkarya. Salah satu contohnya memanfaatkan bahan limbah plastik atau bahan organik lain sekitar rumah untuk memulai proyeknya. Pilihan tema yang sederhana sesuai kondisi yang ada diutamakan untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah sesuai kondisi yang dimilikinya.

https://vt.tiktok.com/ZSjDTHcfK/

2. Perencanaan atau Perancangan

Bukan hanya waktu yang tepat serta uraian kerja yang dibutuhkan saja. Ide dan gagasan yang ideal menjadi penting dan bermakna. Menguraikannya bisa dalam peta konsep, cerita, gambar, uraian terstruktur atau prototipe sederhana. Masukan berupa saran atau tambahan informasi dari rekan-rekannya akan memperkaya rancangan produk yang akan dibuat.

3. Aksi Nyata atau Implementasi

Setelah semua siap, kegiatan aksi nyata bisa dimulai. Bantuan bimbingan orang terdekat dan ahli dibutuhkan dalam kegiatan ini. Sebagai motivator, seorang guru bisa membuka ruang konsultasi untuk menjebatani masalah yang dihadapi saat berproses.



4. Evaluasi

Penilaiannya menjadi kesepakatan awal sebelum proyek dimulai. Menata aspek keberhasilan produk yang akan diamati. Tentu akan banyak indikator yang bisa dipakai, namun kriterianya boleh disederhanakan untuk memantau proses dan melihat hasil akhirnya. Ini bukan masalah tes pilihan ganda atau esay. Ukuranya bisa dilakukan melalui survei dan daftar cek list pencapaian yang diperoleh. Jika butuh pembenahan hal itu akan menjadi kegiatan tindak lanjut setelah tahap akhir proyek diselesaikan,

Syafira dan Rafa Resmi Nahkodai OSIS SMPN 17 Kendari

Bumi Seventeen  – Aroma semangat menyelimuti lapangan upacara SMPN 17 Kendari pada Jumat pagi, 13 Februari 2026 . Di bawah sinar matahari pa...