Jumat, 08 November 2024

INOVASI "KELAS BERCERITA" MELALUI TAMU SAGA

 


Bukan Pelajaran Bahasa atau Seni. Ini tentang sains dalam mendorong numerasi dan literasi dilingkungan sekolah. Ketika rapor pendidikan membutuhkan sentuhan perubahan, kegiatan pembelajaran pun menjadi alternatif upayanya.

 

Ketika tamu saga telah diimplementasikan, selanjutnya adalah tindak lanjut kegiatan belajar. Hal ini dilakukan melalui proyek kecil. Siswa memacu kreativitas dan bakatnya dalam ruang kelasnya sendiri. Beberapa produk bisa menjadi pilihan yang menarik. Ada poster dengan berbagai rupa. Manual maupun digital adalah cara untuk mewujudkan keinginannya. Acuannya adalah kesepakatan kelas untuk mewujudkan implementasi kriteria tujuan pembelajaran dalam karya sendiri. Ide itu muncul dalam bentuk poster bercerita, lukisan dan opini, cerita praktikum maupun poster digital.

 

Karya mereka menjadi pajangan. Bukan hanya diruang kelasnya namun bisa jadi ada dikelas lain. Ini untuk berbagi pengalaman dalam tulisan. Kata pakar inilah nuansa kelas kaya teks. Ada pula yang memilih berbagi pengalaman dalam kelompok kecil. Bercerita dengan media poster buatannya. Interaksinya sesuai kesepakatan yang dibangun sebelumnya. Semua mengambil peran yang sama. Kemandirian yang bertangung jawab dari kreasi yang dibuat menjadi fokus yang diamati.

 


Disisi lain pada waktu berbeda, produk dari aksi nyata yang dibuat diperlihatkan. Peragaannya menarik perhatian mereka. Salah satunya pembuatan dan atraksi robot hidrolik, dispenser sederhana, mobil-mobilan balon atau roket air. Tahun ini pilihan proyek mandirinya adalah roket air. Cerita tentang cara merancang, berbagi tugas, hambatan yang ditemui, cara menyelesaikan masalah hingga perasaan mereka ketika malakukannya menjadi kisah unik untuk disimak. Begitulah diferensaisi lingkungan belajar untuk menemuhi kebutuhan dan minat yang ada.

 

Cerita itu bukan terjadi begitu saja. Ada banyak hal yang terjadi sebelumnya. Tamu saga (tabung menara ukur skala ganda) menjadi inspirasi dalam pembelajaran. Identifikasi dan Analisa mendominasi dalam kegiatan praktikum. Fasiltas yang disiapkan begitu beragam. Bahan cetak maupun elektronik menjadi pilihan sesuai kebutuhannya. Proses diferensiasi dalam belajar juga ada. Hal ini untuk memenuhi ketercapainya indikator kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran yang telah disepakati. Problem Basic Learning hanya menjadi jembatan kegiatan tutor sebaya dalam teknik tanya jawab dan diskusi yang berlangsung. Kegiatan terbimbing dengan bantuan peragaan dan tanya jawab menjadi opsi lain setelah formatif berlangsung.

 


Media dibuat untuk membantu mereka memahami lebih mendalam materi yang dipelajari. Ada video, bacaan blog maupun lembaran yang bisa dibaca langsung. Sebuah buku yang berjudul bermain dan belajar tamu saga bisa tersaji diperpustakaan sekolah. Inilah upaya kecil untuk membantu semampunya agar mereka mudah memahami keadaan yang ada. Semua cerita itu selalu memanfaatkan aset yang dimiliki siswa, lingkungan sekitar maupun gurunya.

 


Terimaksih anak didikku. Kalian memang memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar. Marilah menafsirkan sejenak kata-kata bijak ini. ”Jika Kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan” karena “Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.” Oleh karena belajar yang merupakan bagian dari kehidupan. Mestilah belajar itu menjadi dan dalam rangka ibadah (Imam Syafi”i).

 

 

Sabtu, 02 November 2024

EKSPERIMEN SAINS MURALI (MURAH DAN RAMAH LINGKUNGAN)

Buku ini merupakan masuk dalam Top Ten karya guru pada kegiatan Bimbingan Teknis Karya Tulis Angkatan Dua Bagi Guru Se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 13-16 November 2017 di P4TK Bandung - Jawa Barat. 

Buku Ini sudah bisa akses pada laman Kemdikbud yakni https://pustaka.kemdikbud.go.id/libdikbud/index.php?p=show_detail&id=41916&keywords=

Nomor registrasi perpustakaan digitalnya adalah 000128408 dengan identifikasi bukunya sebagai berikut :

Detail Information

Series Title

-

Call Number

LEN 507 SUH

Publisher

Surabaya : CV. Pustaka Mediaguru., 2017

Collation

viii, 82 p. : ill. ; 21 cm.

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

9786024682774

Classification

507

Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

Cet. 1

Subject(s)

-

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility

Suhardin

 

Eksperimen Sains Murali

14 Nov @Kolom

Praktikum di sekolah. terkendala dengan ruang dan peralatan laboratorium yang ada. Kendala itu menyebabkan kegiatan eksperimen menjadi terhambat. Kondisi itu menyebabkan pembelajaran hanya mengandalkan kegiatan demosntrasi. Itupun jika alat yang digunakan tersedia. Waktu jam belajar yang bersamaan menjadi penyebabnya.

Keterbatasan alat itulah sehingga perlu adanya solusi pemecahannya. Merancang media sendiri dengan alat sederhana menjadi pilihan. Alat ini dibuat dengan memanfaatkan bahan baku yang terdapat di linkungan sekolah atau rumah. Alat itupun akan menjadi lebih murah dan ramah lingungan (murali). Bahan-bahannya tersebut tidak mudah pecah.

Pemanfaatannya harus mempertimbangkan tingkat keselamatan. Mengingat ruang kelas digunakan sebagai sarana praktikum alternatif. Pemanfaatannya menjadi lebih mudah, jika disajikan prosedur sederhana tentang bagaimana pengopersikan dalam konteks kerja kelompok. Pertimbangan itu menyebabkan desaian alat harus dibarengi dengan ilustrasi atau model cara memakainya. Bentuknya dapat berupa video atau gambar yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Menggunakan alat bantu alternatif harus melalui ujicoba. Kelemahan maupun kelebihan yang ada dapat menjadi pertimbangan untuk mengembangkannya. Lembar kegiatan peserta didik harus dipersiapkan agar pembelajaran dapat runtun dan terarah.

Mengajarkan sains melalui eksperimen dengan alat buatan guru sangat mudah. Rancangan sendiri menjadi keunggulannya. Seluk beluknya dapat dikuasai, sehingga pembimbingan dapat dilakukan tahap demi tahap. Praktikum terbimbing akan efektif jika pengaturan tempat duduk mempertimbangkan mobilisasi guru saat mengajar. Akses guru dari satu kelompok kekelompok lain tidak hanya memudahkan guru dalam memantau kerja peserta didik. Interval kelompok dapat pula berfungsi sebagai arah evakuasi. Eksperimen senantiasa mengarah pada aspek keterampilan. Obeservasi menjadi cara yang paling mudah dilakukan. Akan tetapi untuk memahami prosedural parktikum, evaluasi pembelajarannya dapat menggunakan tes keterampilan. Hasil tes belajar itu dapat menjadi tambahan untuk mengetahui kemampuan aspek keterampilan peserta didik. Jika diperlukan dan dapat dilakukan penilaian ini dapat pula dilakukan melalui pengamatan unjuk kerja saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Inilah solusi untuk menjawab permasalahan yang terjadi di sekolah dalam pembelajaran.

Sumber : https://www.gurusiana.id/read/suhardin/article/eksperimen-sains-murali-2894131  dan https://suhardin.gurusiana.id/article


Jumat, 01 November 2024

SMPN 17 KENDARI JUARA PUISI TINGKAT PROVINSI

Kegiatan lomba cipta dan baca puisi tingkat provinsi Sulawesi Tenggara yang diselnggarakan oleh Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia diikuti oleh SMPN 17 Kendari. Tim sekolah terdiri dari satu siswa dan dua orang guru. Kegiatan yang berlangsung pada 24 Oktober 2024 menjadi momen berharga bagi ketiga peserta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Lomba ini bertajuk Festival Literasi Pendidikan.

Alhamdulillah, SMP 17 Kendari berhasil meraih Juara 2 & Juara Harapan 1 Cipta & Baca puisi kategori guru. Dan juga Juara 3 Lomba Baca Puisi kategori siswa a.n Layla Destira. Terima kasih atas doanya bapak/ibu. Begitulah berita yang dimuat pada Pusat Info SMPN 17 Kendari. tentunya ini merupakan prestasi yang luar biasa. Ketiga peserta berhasil mendapatkan predikat juara. Penyerahan piagam dan piala dilaksanakan di Aula BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara pada 25 Oktober 2024.

Kamis, 31 Oktober 2024

FOTO PILIHAN PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA 2024

 





Buletin Seventeen

KESEPAKATAN KEGIATAN P5 - PAGELARAN SENI BERKEARIFAN LOKAL

 


Pembahasan topik proyek ini sangat alot. Tiga kali Voting belum bisa menghasilkan kesepakatan kelas. Beberapa kali usul dan sanggah dari kawan-kawanku membuat kesepakatan baru harus dilakukan. Setelah diskusi yang panjang maka guruku mulai mengambil jalan tengah untuk memberikan solusi. Kawan-kawanku yang senang menari tetap bersikukuh untuk menampilkan performen mereka. Sedangkan kawan lain yang tidak bisa menari ingin untuk menyanyi saja.

Itulah suasana kelas saat itu. Mengakomodir keinginan itu disepakati ditampilkan keduanya dengan teknik kolaborasi tampilan. Ada yang menyanyi dan lainnya menari. Masing-masing mulai mengusulkan lagu yang sesuai untuk kedua kegiatan ini.

Kesepakatan ini ditetapkan dengan poin :

  1. Memilih lagu daerah Tolaki. Lagu riang yang dipilih berjudul "Peia Tawa-Tawa"
  2. Tarian kreasi Lulo. Kreativitas ditonjolkan untuk memilih gerakan yang sesuai dengan paduan suara nantinya.
  3. Pagelaran berupa pentas seni kolaboratif. Walaupun latihan tidak bersamaan namun penampilannya sekaligus. Jadi ada yang menyanyi sekaligus yang lainnya menari dalam satu waktu.
  4. Kostum disesuaikan (dianjurkan kreasi seragam sekolah). Bagi siswa yang menari akan menrancang kostum yang akan dikenakan. Beberapa diantaranya mengusulkan untuk menyewa pakaian adat Tolaki. Bagi siswa yang menyanyi akan mengenakan pakaian sekolah dengan beberapa sentuhan khas kearifan lokal.


MENYANYI

Arjuki, Nazril, Apta, Fakhri, Adil, Azam, Malik, Ronal, Baim, Fahmi, Surya, Carli, Uliana, Qeyliana, Fauziyah, Selfia dan Hafidzah


MENARI

Sinta, Anita, Audelia, Azahra, Adeline, Amelia, Lailah