Senin, 11 November 2024
MODEL PROYEK PERUBAHAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Jumat, 08 November 2024
INOVASI "KELAS BERCERITA" MELALUI TAMU SAGA
Bukan Pelajaran Bahasa
atau Seni. Ini tentang sains dalam mendorong numerasi dan literasi dilingkungan
sekolah. Ketika rapor pendidikan membutuhkan sentuhan perubahan, kegiatan
pembelajaran pun menjadi alternatif upayanya.
Ketika tamu saga
telah diimplementasikan, selanjutnya adalah tindak lanjut kegiatan belajar. Hal
ini dilakukan melalui proyek kecil. Siswa memacu kreativitas dan bakatnya dalam
ruang kelasnya sendiri. Beberapa produk bisa menjadi pilihan yang menarik. Ada
poster dengan berbagai rupa. Manual maupun digital adalah cara untuk mewujudkan
keinginannya. Acuannya adalah kesepakatan kelas untuk mewujudkan implementasi
kriteria tujuan pembelajaran dalam karya sendiri. Ide itu muncul dalam bentuk
poster bercerita, lukisan dan opini, cerita praktikum maupun poster digital.
Karya mereka menjadi
pajangan. Bukan hanya diruang kelasnya namun bisa jadi ada dikelas lain. Ini
untuk berbagi pengalaman dalam tulisan. Kata pakar inilah nuansa kelas kaya
teks. Ada pula yang memilih berbagi pengalaman dalam kelompok kecil. Bercerita
dengan media poster buatannya. Interaksinya sesuai kesepakatan yang dibangun
sebelumnya. Semua mengambil peran yang sama. Kemandirian yang bertangung jawab
dari kreasi yang dibuat menjadi fokus yang diamati.
Disisi lain pada waktu
berbeda, produk dari aksi nyata yang dibuat diperlihatkan. Peragaannya menarik
perhatian mereka. Salah satunya pembuatan dan atraksi robot hidrolik, dispenser
sederhana, mobil-mobilan balon atau roket air. Tahun ini pilihan proyek
mandirinya adalah roket air. Cerita tentang cara merancang, berbagi tugas,
hambatan yang ditemui, cara menyelesaikan masalah hingga perasaan mereka ketika
malakukannya menjadi kisah unik untuk disimak. Begitulah diferensaisi lingkungan
belajar untuk menemuhi kebutuhan dan minat yang ada.
Cerita itu bukan
terjadi begitu saja. Ada banyak hal yang terjadi sebelumnya. Tamu saga (tabung menara
ukur skala ganda) menjadi inspirasi dalam pembelajaran. Identifikasi dan
Analisa mendominasi dalam kegiatan praktikum. Fasiltas yang disiapkan begitu
beragam. Bahan cetak maupun elektronik menjadi pilihan sesuai kebutuhannya.
Proses diferensiasi dalam belajar juga ada. Hal ini untuk memenuhi
ketercapainya indikator kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran yang telah disepakati.
Problem Basic Learning hanya menjadi jembatan kegiatan tutor sebaya
dalam teknik tanya jawab dan diskusi yang berlangsung. Kegiatan terbimbing
dengan bantuan peragaan dan tanya jawab menjadi opsi lain setelah formatif
berlangsung.
Media dibuat untuk
membantu mereka memahami lebih mendalam materi yang dipelajari. Ada video,
bacaan blog maupun lembaran yang bisa dibaca langsung. Sebuah buku yang
berjudul bermain dan belajar tamu saga bisa tersaji diperpustakaan sekolah.
Inilah upaya kecil untuk membantu semampunya agar mereka mudah memahami keadaan
yang ada. Semua cerita itu selalu memanfaatkan aset yang dimiliki siswa,
lingkungan sekitar maupun gurunya.
Terimaksih anak
didikku. Kalian memang memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar. Marilah
menafsirkan sejenak kata-kata bijak ini. ”Jika Kamu tidak sanggup menahan
lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan” karena
“Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, Ia akan merasakan
hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.” Oleh karena belajar yang merupakan
bagian dari kehidupan. Mestilah belajar itu menjadi dan dalam rangka ibadah
(Imam Syafi”i).
Sabtu, 02 November 2024
EKSPERIMEN SAINS MURALI (MURAH DAN RAMAH LINGKUNGAN)
Buku ini merupakan masuk dalam Top Ten karya guru pada kegiatan Bimbingan Teknis Karya Tulis Angkatan Dua Bagi Guru Se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 13-16 November 2017 di P4TK Bandung - Jawa Barat.
Buku Ini sudah bisa akses pada laman Kemdikbud yakni https://pustaka.kemdikbud.go.id/libdikbud/index.php?p=show_detail&id=41916&keywords=
Nomor registrasi perpustakaan digitalnya adalah 000128408
dengan identifikasi bukunya sebagai berikut :
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LEN 507 SUH
Publisher
Surabaya : CV. Pustaka
Mediaguru., 2017
Collation
viii, 82 p. : ill. ; 21 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024682774
Classification
507
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cet. 1
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Suhardin
Eksperimen Sains Murali
Praktikum di sekolah. terkendala
dengan ruang dan peralatan laboratorium yang ada. Kendala itu menyebabkan
kegiatan eksperimen menjadi terhambat. Kondisi itu menyebabkan pembelajaran
hanya mengandalkan kegiatan demosntrasi. Itupun jika alat yang digunakan
tersedia. Waktu jam belajar yang bersamaan menjadi penyebabnya.
Keterbatasan alat itulah sehingga
perlu adanya solusi pemecahannya. Merancang media sendiri dengan alat sederhana
menjadi pilihan. Alat ini dibuat dengan memanfaatkan bahan baku yang terdapat
di linkungan sekolah atau rumah. Alat itupun akan menjadi lebih murah dan ramah
lingungan (murali). Bahan-bahannya tersebut tidak mudah pecah.
Pemanfaatannya harus
mempertimbangkan tingkat keselamatan. Mengingat ruang kelas digunakan sebagai
sarana praktikum alternatif. Pemanfaatannya menjadi lebih mudah, jika disajikan
prosedur sederhana tentang bagaimana pengopersikan dalam konteks kerja kelompok.
Pertimbangan itu menyebabkan desaian alat harus dibarengi dengan ilustrasi atau
model cara memakainya. Bentuknya dapat berupa video atau gambar yang mudah
dimengerti oleh peserta didik. Menggunakan alat bantu alternatif harus melalui
ujicoba. Kelemahan maupun kelebihan yang ada dapat menjadi pertimbangan untuk
mengembangkannya. Lembar kegiatan peserta didik harus dipersiapkan agar
pembelajaran dapat runtun dan terarah.
Mengajarkan sains melalui
eksperimen dengan alat buatan guru sangat mudah. Rancangan sendiri menjadi
keunggulannya. Seluk beluknya dapat dikuasai, sehingga pembimbingan dapat
dilakukan tahap demi tahap. Praktikum terbimbing akan efektif jika pengaturan tempat
duduk mempertimbangkan mobilisasi guru saat mengajar. Akses guru dari satu
kelompok kekelompok lain tidak hanya memudahkan guru dalam memantau kerja
peserta didik. Interval kelompok dapat pula berfungsi sebagai arah evakuasi.
Eksperimen senantiasa mengarah pada aspek keterampilan. Obeservasi menjadi cara
yang paling mudah dilakukan. Akan tetapi untuk memahami prosedural parktikum,
evaluasi pembelajarannya dapat menggunakan tes keterampilan. Hasil tes belajar
itu dapat menjadi tambahan untuk mengetahui kemampuan aspek keterampilan
peserta didik. Jika diperlukan dan dapat dilakukan penilaian ini dapat pula
dilakukan melalui pengamatan unjuk kerja saat kegiatan pembelajaran
berlangsung. Inilah solusi untuk menjawab permasalahan yang terjadi di sekolah
dalam pembelajaran.
Sumber : https://www.gurusiana.id/read/suhardin/article/eksperimen-sains-murali-2894131
dan https://suhardin.gurusiana.id/article
Jumat, 01 November 2024
SMPN 17 KENDARI JUARA PUISI TINGKAT PROVINSI
Kegiatan lomba cipta dan baca puisi tingkat provinsi Sulawesi Tenggara yang diselnggarakan oleh Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia diikuti oleh SMPN 17 Kendari. Tim sekolah terdiri dari satu siswa dan dua orang guru. Kegiatan yang berlangsung pada 24 Oktober 2024 menjadi momen berharga bagi ketiga peserta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Lomba ini bertajuk Festival Literasi Pendidikan.
Alhamdulillah, SMP 17 Kendari berhasil meraih Juara 2 & Juara Harapan 1 Cipta & Baca puisi kategori guru. Dan juga Juara 3 Lomba Baca Puisi kategori siswa a.n Layla Destira. Terima kasih atas doanya bapak/ibu. Begitulah berita yang dimuat pada Pusat Info SMPN 17 Kendari. tentunya ini merupakan prestasi yang luar biasa. Ketiga peserta berhasil mendapatkan predikat juara. Penyerahan piagam dan piala dilaksanakan di Aula BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara pada 25 Oktober 2024.
Kamis, 31 Oktober 2024
KESEPAKATAN KEGIATAN P5 - PAGELARAN SENI BERKEARIFAN LOKAL
Pembahasan topik proyek ini sangat alot. Tiga kali Voting belum bisa menghasilkan kesepakatan kelas. Beberapa kali usul dan sanggah dari kawan-kawanku membuat kesepakatan baru harus dilakukan. Setelah diskusi yang panjang maka guruku mulai mengambil jalan tengah untuk memberikan solusi. Kawan-kawanku yang senang menari tetap bersikukuh untuk menampilkan performen mereka. Sedangkan kawan lain yang tidak bisa menari ingin untuk menyanyi saja.
Itulah suasana kelas saat itu. Mengakomodir keinginan itu disepakati ditampilkan keduanya dengan teknik kolaborasi tampilan. Ada yang menyanyi dan lainnya menari. Masing-masing mulai mengusulkan lagu yang sesuai untuk kedua kegiatan ini.
Kesepakatan ini ditetapkan dengan poin :
- Memilih lagu daerah Tolaki. Lagu riang yang dipilih berjudul "Peia Tawa-Tawa"
- Tarian kreasi Lulo. Kreativitas ditonjolkan untuk memilih gerakan yang sesuai dengan paduan suara nantinya.
- Pagelaran berupa pentas seni kolaboratif. Walaupun latihan tidak bersamaan namun penampilannya sekaligus. Jadi ada yang menyanyi sekaligus yang lainnya menari dalam satu waktu.
- Kostum disesuaikan (dianjurkan kreasi seragam sekolah). Bagi siswa yang menari akan menrancang kostum yang akan dikenakan. Beberapa diantaranya mengusulkan untuk menyewa pakaian adat Tolaki. Bagi siswa yang menyanyi akan mengenakan pakaian sekolah dengan beberapa sentuhan khas kearifan lokal.
MENYANYI
Arjuki, Nazril, Apta, Fakhri, Adil, Azam, Malik, Ronal, Baim, Fahmi, Surya, Carli, Uliana, Qeyliana, Fauziyah, Selfia dan Hafidzah
MENARI
Sinta, Anita, Audelia, Azahra, Adeline, Amelia, Lailah
-
Laporan Proyek Bioteknologi oleh Waode Claudia Produknya : Roti pawa yang disetor pada 5 Agustus 2024 Proses pilihannya : Vidi0 pembuatan y...
-
Berikut beberapa contoh pilihan untuk laporan prosedur pembuatan produk bioteknologi pada mata pelajaran IPA kelas IX. Siswa dapat memilih s...
-
Proyek 1 AYO RANCANG PRODUK MAKANAN KESUKAANMU! Memasuki materi bioteknologi kita akan mengeksplorasi kemampuan daya pikir, kr...







.jpeg)




.jpeg)

.jpeg)

