Lapangan SMPN 17 Kendari Senin (6/3) begitu meriah akibat prestasi silat dari Nabila. Dia dibuatkan acara khusus saat upacara atas prestasi yang diraihnya. Tepatnya di kelas 8.6, seorang gadis bernama Nur Azizah Nabila Marsya mungkin terlihat seperti siswi biasa. Namun, di balik senyumnya, tersimpan mental baja seorang petarung yang baru saja menaklukkan rasa ragu dan kerasnya gelanggang.
Perjalanan Nabila tidaklah instan. Sejak Januari 2026, ketika teman-temannya mungkin masih menikmati sisa liburan, Nabila sudah mulai berpeluh. Di bawah bimbingan pelatihnya, Adam Malik, ia menempa fisik dan teknik setiap hari. Persiapan intensif selama lebih dari satu bulan itu adalah fondasi dari keberanian yang ia tunjukkan kemudian.
Kepala Sekolah, saat meyerahkan secara simbolis piagan dan medali emas kepada Nabila
Puncaknya terjadi pada 13-15 Februari lalu. Bertempat di kantor Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Kejuaraan Silat Daerah tingkat Provinsi pun digelar. Nabila turun di Kelas E (40-44 kg), sebuah kelas yang penuh dengan persaingan sengit.
Ketegangan menyelimuti setiap langkahnya. Untuk mencapai puncak, Nabila harus melewati tiga pertandingan berturut-turut. Setiap lawan memiliki ambisi yang sama, namun Nabila memiliki tekad yang lebih kuat. Dengan disiplin dan instruksi dari pelatih, ia berhasil melaju hingga ke babak final.
Sebagai sahabat dekat, Musdalifah Irwan sempat merasa ragu. "Apakah Nabila bisa juara? Lawannya sangat berat," pikirnya dalam hati. Namun, keraguan itu punah seketika saat melihat Nabila berdiri di podium kemenangan.
Nabila berhasil membawa pulang: Medali emas Kemenangan itu Simbol fisik dari kerja keras dan tetesan keringat. Piagam Penghargaan menjadi Investasi berharga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA impiannya nanti.
"Bahagia bisa mengukir prestasi," ucap Nabila dengan mata berbinar saat berbincang dengan sahabatnya.
Kisah Nabila mengajarkan kita bahwa keraguan orang lain, bahkan keraguan dari sahabat sendiri, bukanlah penghalang, melainkan tantangan untuk dibuktikan. Dengan persiapan matang dan keberanian untuk melangkah, siswa SMP dari Kendari ini membuktikan bahwa perempuan kuat bukan mereka yang tidak punya rasa takut, melainkan mereka yang mampu melampaui rasa takutnya.
Teruslah menginspirasi, Nabila! Dan teruslah menjadi pendukung setia, Musdalifah!

.jpeg)